Ingat Taufiq Kiemas, Sultan Ingat Bhinneka Tunggal Ika - Kompas.com

Ingat Taufiq Kiemas, Sultan Ingat Bhinneka Tunggal Ika

Kompas.com - 09/06/2013, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X tak akan lupa dengan sosok Taufiq Kiemas. Mengenang Taufiq, ia selalu teringat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang selalu didengungkan Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

"Bagi saya, beliau dengan empat pilar itu sebagai bentuk komitmen khususnya bagaimana upaya beliau untuk mempertahankan kesatuan bangsa. Bagaiamana kebhinekaan terus sejak awal perjuangannya," ujar Sultan, saat tiba di Skuadron 17 Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (8/6/2013).

Menurut Sultan, selama ini Taufiq selalu berpesan untuk menjaga kebersamaan tanpa membeda-bedakan. Selain itu, Taufiq juga dikenal memiliki sifat yang akomodatif. "Dia mau mendengarkan pendapat orang. Beliau juga bisa menempatkan diri dalam berbicara," kata Sultan.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Melanie Leimena Suharli mengaku merasa kehilangan dengan kepergian Taufiq Kiemas. Melanie pun berkomitmen untuk memperjuangkan cita-cita Taufiq Kiemas.

"Cita-cita beliau  akan empat pilar akan kami teruskan," ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Seperti diketahui, Taufiq wafat karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya pada Sabtu (8/6/2013) malam di Singapura. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013).

Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). 

Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri dan tiga anak yakni Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

    Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

    Megapolitan
    YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

    YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

    Megapolitan
    Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

    Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

    Megapolitan
    Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

    Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

    Internasional
    Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

    Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

    Regional
    'Dikeroyok' 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

    "Dikeroyok" 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

    Regional
    Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

    Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

    Regional
    Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

    Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

    Nasional
    Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

    Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

    Megapolitan
    Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

    Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

    Internasional
    Tewas di Dalam Sumur Gas, Tiga Warga Jeneponto Berhasil Dievakuasi

    Tewas di Dalam Sumur Gas, Tiga Warga Jeneponto Berhasil Dievakuasi

    Regional
    Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Sudah Bisa Dilalui Pasca-longsor

    Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Sudah Bisa Dilalui Pasca-longsor

    Megapolitan
    Polisi Periksa 2 Saksi Robohnya Dudukan pada Tiang Tol Becakayu

    Polisi Periksa 2 Saksi Robohnya Dudukan pada Tiang Tol Becakayu

    Megapolitan
    Empat Poin Penting Keterangan Nazaruddin dalam Sidang Setya Novanto

    Empat Poin Penting Keterangan Nazaruddin dalam Sidang Setya Novanto

    Nasional
    Demi Mencuri Uang, Osman Tega Bunuh Anak 5 Tahun di Pasar Rebo

    Demi Mencuri Uang, Osman Tega Bunuh Anak 5 Tahun di Pasar Rebo

    Megapolitan

    Close Ads X