Jumat, 22 Agustus 2014

News / Nasional

Ingat Taufiq Kiemas, Sultan Ingat Bhinneka Tunggal Ika

Minggu, 9 Juni 2013 | 09:12 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X tak akan lupa dengan sosok Taufiq Kiemas. Mengenang Taufiq, ia selalu teringat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang selalu didengungkan Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

"Bagi saya, beliau dengan empat pilar itu sebagai bentuk komitmen khususnya bagaimana upaya beliau untuk mempertahankan kesatuan bangsa. Bagaiamana kebhinekaan terus sejak awal perjuangannya," ujar Sultan, saat tiba di Skuadron 17 Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (8/6/2013).

Menurut Sultan, selama ini Taufiq selalu berpesan untuk menjaga kebersamaan tanpa membeda-bedakan. Selain itu, Taufiq juga dikenal memiliki sifat yang akomodatif. "Dia mau mendengarkan pendapat orang. Beliau juga bisa menempatkan diri dalam berbicara," kata Sultan.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Melanie Leimena Suharli mengaku merasa kehilangan dengan kepergian Taufiq Kiemas. Melanie pun berkomitmen untuk memperjuangkan cita-cita Taufiq Kiemas.

"Cita-cita beliau  akan empat pilar akan kami teruskan," ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Seperti diketahui, Taufiq wafat karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya pada Sabtu (8/6/2013) malam di Singapura. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013).

Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). 

Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri dan tiga anak yakni Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

 


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary