Selasa, 29 Juli 2014

News / Nasional

2013, Anggaran Polri Rp 45,6 Triliun

Jumat, 25 Januari 2013 | 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapat anggaran tahun 2013 sebesar Rp 45,6 triliun. Anggaran tersebut lebih kecil dibandingkan anggaran yang diusulkan Polri Rp 51,761 triliun.

“Anggaran yang diberikan untuk Polri dalam melaksanakan tugasnya sebanyak 88,14 persen dari usulan Polri yang ideal. Usulan polri yang ideal Rp 51,761 triliun dan terpenuhi 45,622 atau 88,14 persen ,” ujar Asisten Sarana dan Prasarana Polri Inspektur Jenderal  Sulistyo Ishak di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2013).

Sulistyo menjelaskan, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Belanja pegawai sebesar Rp 29,859 triliun atau 65,45 persen, belanja barang Rp 8,940 triliun atau 19,60 persen, dan belanja modal Rp 6,821 triliun atau 14,95 persen.

Selain itu, Polri juga mendapat dana optimalisasi sebesar Rp 2,219 triliun yang meliputi tunjangan operasional penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Korupsi sebesar Rp 250 miliar.

“Ini baru ada di tahun 2013. Atas diberikan anggaran sebesar ini Polri dituntut mengoptimalkan pemberantasan korupsi. Di Jawa Tengah salah satunya, sudah merekrut penyidik tipikor dari seratus diambil 35 orang,” terang Sulistyo.

Selain itu, dana optimalisasi juga termasuk untuk merekrut 15.000 anggota brigadir Polri Rp 466 miliar, Pengadaan Sarana dan Prasarana Rp 1,366 triliun, dan PNBP Rp 137 miliar.

“Itu digunakan untuk mendukung 13 program dan 89 kegiatan, juga untuk 31 Polda,” terangnya.

Di samping itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, Polri akan melakukan transparansi angaran. Berbagai pihak juga dipersilakan untuk mengawasi penggunaan anggaran tahun 2013 tersebut.

“Transparansi barang dan jasa sudah dilakukan di lingkungan Polri dan boleh diikuti oleh siapa saja,” ujar Suhardi.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary