PBNU Prediksi 1 Ramadhan pada Hari Sabtu - Kompas.com

PBNU Prediksi 1 Ramadhan pada Hari Sabtu

Kiki Budi Hartawan
Kompas.com - 19/07/2012, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan awal puasa atau 1 Ramadan 1433 H jatuh pada hari Sabtu (19/7/2012) karena hilal sudah wujud namun belum terlihat, baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, hilal belum bisa memenuhi batas atau belum terlihat.

"Hilal sudah wujud namun belum terlihat jadi kemungkinan awal puasa hari Sabtu," ungkap Sekertaris Umum PBNU Prof. Dr. Abdul Malik saat jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Ia menjelaskan, lembaga Laznah PBNU yang menangani masalah astronomi sudah menghitung posisi bulan. Berdasarkan penghitungan (hisab), kata dia, hasilnya sama dengan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat, 20 Juli.

"Hanya bagi NU, hasil penghitungan bukan keputusan final, tetapi hasil observasi langsung terlihat hilal atau belum itu nanti sore, saat matahari tenggelam sudah tampak apa belum," paparnya.

Menurut Malik, sidang isbat sore nanti lah yang memutuskan jatuhnya 1 Ramadhan. "Hak isbat untuk menentukan 1 Ramadhan hanya di tangan pemerintah yaitu Kementrian Agama. NU hanya menginformasikan kepada umatnya," kata dia.

Terhadap kemungkinan terjadinya perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan, Malik mengatakan, PBNU mengimbau semua kalangan masyarakat untuk menghormati perbedaan itu.

Sementara itu, sore ini Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadhan. Sidang yang dihadiri ormas-ormas Islam tersebut dipastikan tidak dihadiri Muhammadiyah.

"Muhammadiyah merasa tidak perlu lagi untuk menghadiri rapat isbat karena alasan ini keyakinan yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. Jadi untuk tahun-tahun yang akan datang Muhammadiyah juga tidak boleh diintervensi dan menyatakan tidak ikut sidang itu (isbat)," kata Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis.

PenulisKiki Budi Hartawan
EditorHeru Margianto

Terkini Lainnya

Pemilih Indonesia Secerdas Pemilih Amerika Serikat

Pemilih Indonesia Secerdas Pemilih Amerika Serikat

Nasional
Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

Regional
Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

Nasional
Apakah 'Win-win Solution' Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

Apakah "Win-win Solution" Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

Nasional
Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

Nasional
Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

Regional
Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

Nasional
Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

Internasional
Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

Megapolitan
Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

Nasional
Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

Internasional
Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

Megapolitan
Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

Internasional
UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

Nasional
Gempa di Mexico City Sudah Renggut 91 Nyawa

Gempa di Mexico City Sudah Renggut 91 Nyawa

Internasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM