Tak Ada Institusi yang Terbebas dari Kemungkinan Korupsi - Kompas.com

Tak Ada Institusi yang Terbebas dari Kemungkinan Korupsi

Ilham Khoiri
Kompas.com - 01/07/2012, 07:12 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com -- Dugaan korupsi pengadaan Al Quran di Kementerian Agama menunjukkan, tidak ada institusi negara, pemerintah, atau organisasi masyarakat yang lepas dari kemungkinan tindak pidana korupsi. Karena itu, kampanye pencegahan dan penindakan hukum atas korupsi perlu terus digiatkan.

Hal itu disampaikan Dewan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Abdullah Hehamahua, di sela acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama (MUI) se-Indonesia, Sabtu (30/6/2012) di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. "Tak ada lembaga negara, institusi pemerintah, atau organisasi masyarakat yang lepas dari kemungkinan korupsi," kata Hehamahua.

KPK, Jumat lalu, mengumumkan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quaran di Kementerian Agama, yaitu anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, dan seorang keluarganya, yang juga seorang pengusaha. Zulkarnaen diduga korupsi di tiga proyek Kementerian Agama, yaitu pengadaan Al Quran pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tahun anggaran 2011 dan 2012, serta pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tahun anggaran 2011.

Menurut Hehamahua, para pelaku mungkin tidak sengaja melakukan korupsi, tapi sebagian tak tahu bahwa yang dilakukan itu termasuk tindak pidana korupsi. Hal itu bisa saja terjadi dalam proyek terkait keagamaan, yang ajarannya jelas-jelas mengharamkan korupsi.

"Mungkin saja ada orang-orang yang membaca atau menghapal Al Quran, tetapi belum tentu mengamalkan ajarannya. Padahal, jelas sekali ajaran Islam sangat melarang keras korupsi," katanya.

Pasal-pasal Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi itu sejalan dengan ayat-ayat Al Quran dan hadist. Bahkan KPK menerbitkan buku tentang korupsi dan Islam. "Persoalannya, sebagian di antara kita tidak mengamalkan ajaran agama itu," ujarnya. 

Di berharap, KPK serius mengusut kasus ini. "Asal memenuhi unsur tindak pidana korupsi dengan alat bukti yang cukup, harus ditangkap siapa pun yang terlibat. Ini persoalan hukum. Tak ada cerita lain," tuturnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIlham Khoiri
    EditorNasru Alam Aziz
    Terkini Lainnya
    Diduga karena Cemburu, Seorang Kakek Bunuh Istrinya
    Diduga karena Cemburu, Seorang Kakek Bunuh Istrinya
    Regional
    Mendagri Duga Dinamika Pilkada 2018 Akan Jadi Strategi Pemilu 2019
    Mendagri Duga Dinamika Pilkada 2018 Akan Jadi Strategi Pemilu 2019
    Nasional
    Tawuran di Jalan Dewi Sartika, Seorang Pemuda Tertancap Celurit
    Tawuran di Jalan Dewi Sartika, Seorang Pemuda Tertancap Celurit
    Megapolitan
    ICJR: Pola Intimidasi Kasus Novel Akan Terus Berulang jika Polisi Gagal Mengungkapnya
    ICJR: Pola Intimidasi Kasus Novel Akan Terus Berulang jika Polisi Gagal Mengungkapnya
    Nasional
    Sandiaga Berencana ke Washington DC Soal Pembangunan Stadion
    Sandiaga Berencana ke Washington DC Soal Pembangunan Stadion
    Olahraga
    Dishub DKI Sebut Juru Parkir Liar di Kalijodo Merupakan 'Pemain Lama'
    Dishub DKI Sebut Juru Parkir Liar di Kalijodo Merupakan "Pemain Lama"
    Megapolitan
    Peringati Isra Miraj, Sandi Ingat Perjuangan Nabi Muhammad yang Menginspirasi
    Peringati Isra Miraj, Sandi Ingat Perjuangan Nabi Muhammad yang Menginspirasi
    Megapolitan
    Arus Balik Libur 'Isra Mi'raj', 21 Gardu Tol Cikarang Utama Dioperasikan
    Arus Balik Libur "Isra Mi'raj", 21 Gardu Tol Cikarang Utama Dioperasikan
    Megapolitan
    Kasus 'Chat' WhatsApp, Polisi Berencana Panggil Rizieq Shihab
    Kasus "Chat" WhatsApp, Polisi Berencana Panggil Rizieq Shihab
    Megapolitan
    Pengamen Ditemukan Tewas di Masjid Jalan Cikoko
    Pengamen Ditemukan Tewas di Masjid Jalan Cikoko
    Megapolitan
    Pekerja Proyek Atrium Mulya Tewas Setelah Jatuh dari Lantai 6
    Pekerja Proyek Atrium Mulya Tewas Setelah Jatuh dari Lantai 6
    Megapolitan
    Yorrys Sebut Elektabilitas Golkar Menurun karena Setya Novanto Diduga Terlibat Kasus E-KTP
    Yorrys Sebut Elektabilitas Golkar Menurun karena Setya Novanto Diduga Terlibat Kasus E-KTP
    Megapolitan
    Pemerintah Harap RUU Pemilu Rampung pada Masa Sidang Mei 2017
    Pemerintah Harap RUU Pemilu Rampung pada Masa Sidang Mei 2017
    Nasional
    Selasa 25 April, Dishub Akan Tertibkan Juru Parkir Liar di Kalijodo
    Selasa 25 April, Dishub Akan Tertibkan Juru Parkir Liar di Kalijodo
    Megapolitan
    Oposisi Dikalahkan di Dekat Hama, Pasukan Suriah dan Sekutu Menang
    Oposisi Dikalahkan di Dekat Hama, Pasukan Suriah dan Sekutu Menang
    Internasional

    Close Ads X