Senin, 22 Desember 2014

News / Nasional

Soal Video Syur, Karolin Pertimbangkan Lapor Polisi

Selasa, 12 Juni 2012 | 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI Perjuangan, Karolin Margret Natasa, tengah mempertimbangkan untuk melapor kepada polisi terkait tuduhan dirinya terlibat video asusila. Karolin mengaku bahwa perempuan yang ada di dalam video itu bukan dirinya.

"Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan pelaporan kasus ini," kata Karolin di kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/6/2012). Karolin menilai pemberitaan oleh media massa akhir-akhir ini telah mencemarkan nama baiknya

Karolin telah diperiksa Badan Kehormatan DPR pagi tadi. Kepada BK, Karolin membantah terlibat dalam rekaman tersebut. Dia menduga ada unsur politis lantaran ayahnya, Cornelis, akan maju kembali dalam pemilihan kepala daerah Kalimantan Barat.

BK akan meminta bantuan Bareskrim Polri untuk mengusut pelaku penyebar video berdurasi sekitar satu menit itu. BK juga meminta polisi menyelidiki identitas perempuan dan pria dalam video tersebut. Wajah pria tidak terlihat lantaran telah diedit.

Ketua BK DPR M Prakosa mengatakan, pihaknya meminta bantuan Polri karena BK tidak dapat mengambil kesimpulan dari hasil analisis dua ahli telematika. Pakar telematika Ruby Alamsyah menyebut sulit memastikan bahwa perempuan itu adalah Karolin karena buruknya kualitas video.  "Kemudian ahli IT, Pak Abimanyu, mengatakan ada kemiripan yang tinggi sehingga dari ahli IT hasilnya tidak conclusive," kata Prakosa.

Alasan lain meminta bantuan Polri, lanjut Prakosa, lantaran BK tak memiliki peralatan untuk melakukan uji forensik digital untuk memastikan siapa perempuan itu. Bareskrim Polri mempunyai peralatan dan dianggap mampu mengusut tuntas kasus itu.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Laksono Hari W