Selasa, 21 Oktober 2014

News / Megapolitan

Kecelakaan Pesawat

Kerabat WN Perancis Serahkan Data ke Tim DVI

Jumat, 11 Mei 2012 | 14:22 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pengumpulan data fisik korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 hampir rampung. Data fisik warga negara asing yang sebelumnya belum didapat, mulai hari ini, Jumat (11/5/2012), sejumlah kerabat mulai berdatangkan menyerahkan data ke tim Disaster and Victin Identification (DVI).

Kepala Bidang Kedokteran Kepolisian Mabes Polri, Komisaris Besar Anton Castilani, mengatakan, hingga kini sudah ada 37 data ante mortem (data fisik sebelum kematian) yang sudah dihimpun kepolisian.

"Tadi warga asing sudah datang berikan datanya. Jadi total seluruhnya 37 orang," ujar Anton, Jumat siang, di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Jumlah itu terdiri dari 1 warga negara Amerika Serikat, 1 warga negara Perancis, dan sisanya warga negara Indonesia. Sementara itu, kerabat delapan orang warga negara Rusia yang merupakan kru pesawat sampai saat ini masih belum menyerahkan data ante mortem ke pihak kepolisian.

Sekitar pukul 12.30, seorang warga negara Perancis bernama Jerome Michel tampak mendatangi pos DVI Mabes Polri. Dia datang melaporkan kerabatnya, Tho Nam Tran, yang turut hilang dalam kecelakaan tersebut. Ia juga tampak menyerahkan sejumlah barang-barang pribadi Tho Nam Tran seperti sisir, pisau cukur, dan sikat gigit. Saat dimintai keterangan, Jerome menolak untuk diwawancarai dan langsung meninggalkan bandara.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak. Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Tim SAR masih melakukan pencarian korban, sedangkan puing pesawat sendiri sudah ditemukan di Batu Tapak, Cijeruk, Bogor pada Kamis (10/5/2012) pagi.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto