KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Laksamana TNI (Purn) Sudomo tampil dalam aksi seni dan renungan kebudayaan Indonesia Membaca Rendra digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (29/10). Sejumlah seniman dan artis seperti Yockie Suryo Prayogo, Wulan Guritno, Sawung Jabo, Adi Kurdi, Denada, Marcella Zalianty, membawakan sajak -sajak Rendra untuk mengenang lebih dalam romantisme kebesaran almarhum penyair yang dijuluki Si Burung Merak.
JAKARTA, KOMPAS.com — Putra sulung almarhum Sudomo, Biakto Putra (49), mengatakan bahwa keluarga almarhum tak menyangka mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI itu bisa terkena serangan stroke pada Sabtu (14/4/2012). Menurut dia, Sudomo tampak sehat-sehat saja. Apalagi ayahnya juga Ketua Yayasan Stroke Indonesia.
"Cukup kaget, ya. Padahal hari Sabtu beliau juga sempat menghadiri acara perkawinan di TMII, lalu terjadi serangan stroke itu. Akan tetapi, tidak sampai jatuh, lalu dilarikan ke RS Pondok Indah," ujar Biakto, saat ditemui di RS Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Ia mengaku terakhir bertemu ayahnya pada pekan lalu di kediaman mereka, Jalan Sekolah Kencana IV, TM-19, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia juga sempat mengantarkan Sudomo untuk check up pada awal Maret lalu. Tak ada tanda-tanda darah tinggi ataupun sakit tertentu saat pemeriksaan kesehatan Sudomo saat itu. "Waktu ketemu, bapak saya sehat-sehat saja," ujarnya.
Setelah beberapa hari dirawat di RS Pondok Indah, Sudomo rencananya akan dibawa ke Singapura untuk berobat. Namun, dokter menyatakan kondisinya tak memungkinkan. Akhirnya, Sudomo tetap dirawat di RS Pondok Indah hingga mengembuskan napas terakhir pagi tadi.
"Kemarin sebenarnya beliau juga harus menjalani CT scan, tetapi kondisinya juga tidak memungkinkan," kata Biakto.
Keluarga almarhum mengikhlaskan kepergian sang mantan Guru Sekolah Pelayaran di Pasuruan itu. Biakto menyatakan, tak ada pesan terakhir dari Sudomo kepada keluarganya. Hal ini karena ia tak sadarkan diri sejak dibawa ke RS Pondok Indah, Sabtu pekan lalu.
