Jumat, 31 Oktober 2014

News / Nasional

Partai Politik

Partai Nasdem Mendaftar Verifikasi Besok

Selasa, 26 Juli 2011 | 20:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Ahmad Rofiq mengemukakan, partainya akan mendaftar di Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (27/7/2011). Menurut Ahmad, penyerahan dokumen verifikasi tersebut akan melalui prosesi budaya nusantara dalam bentuk pawai kebudayaan yang menyertakan 35 kendaraan hias yang mewakili 33 provinsi Indonesia, dan dua kendaraan hias bertemakan Partai Nasdem.

"Pawai ini sekaligus pernyataan politik bahwa Partai Nasdem bukanlah partai yang ahistoris, lupa akan akar budayanya," ujar Ahmad dalam konferensi pers pada acara deklarasi Partai Nasdem di Hotel Mecure Ancol, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Melalui pawai tersebut, Partai Nasdem menegaskan akan berdiri di garda terdepan untuk menyelamatkan proyek kebangsaan Indonesia yang berdiri tegak di atas prinsip Pancasila, budaya gotong-royong, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurut Ahmad, budaya tersebut bukan hanya sekadar tari-tarian semata, melainkan juga menegaskan karakter, prinsip hidup, dan keyakinan sebagai bangsa yang bermartabat.

"Jadi kita mohon maaf jika besok beberapa ruas jalan akan macet karena iringan-iringan pawai yang kemungkinan panjangnya mencapai 1 kilometer dari Ancol ke Kuningan," katanya.

Selasa (26/7/2011), Partai Nasdem dideklarasikan sebagai salah satu partai yang akan bertarung pada Pemilu 2014 mendatang.

Ahmad menjelaskan, deklarasi tersebut merupakan salah satu cara untuk melakukan gerakan perubahan menuju restorasi cita-cita Republik Indonesia. Partai Nasdem akan mengusung gagasan restorasi Indonesia melalui sistem politik, hukum, ekonomi, dan kebudayaan.

"Restorasi tersebut akan menjadi proposal terbesar yang ditawarkan Partai Nasdem kepada seluruh rakyat Indonesia. Dan, partai Nasdem juga tidak hanya bertekad memenangkan Pemilu 2014, namun pada saat yang sama kita juga akan memenangkan kepentingan nasional dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Agar bangsa ini bisa tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia," tutur Ahmad.


Editor : Nasru Alam Aziz