Legitimasi Pemilu 2009 Dipertanyakan - Kompas.com

Legitimasi Pemilu 2009 Dipertanyakan

Kompas.com - 24/06/2011, 08:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dugaan pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilihan Umum 2009 di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I yang diduga melibatkan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati, semakin menunjukkan rendahnya integritas dan profesionalitas KPU sebagai penyelenggara pemilu. Kasus itu akhirnya memunculkan pertanyaan tentang legitimasi Pemilu 2009.

”Keabsahan Pemilu 2009 memang diakui, tetapi untuk legitimasi merupakan pertanyaan lain,” kata Malik Haramain, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Kamis (23/6), di Jakarta.

Penilaian itu muncul, menurut Malik, karena dugaan pemalsuan surat MK hanya salah satu dari sebagian kasus yang muncul pada Pemilu 2009. Sejumlah masalah lain telah muncul, seperti kekacauan kinerja pelaporan hasil penghitungan suara secara elektronik dan amburadulnya daftar pemilih tetap.

Bahkan, DPR periode 2004-2009 sampai membentuk panitia khusus angket untuk mengusut kekacauan daftar pemilih tetap pada Pemilu 2009. Salah satu rekomendasi pansus itu adalah memberhentikan komisioner KPU. ”Dibandingkan dengan pemilu sebelumnya pada era reformasi, kualitas Pemilu 2009 memang paling banyak dipertanyakan,” kata Malik. Ia menambahkan, kondisi itu terutama disebabkan.........(selengkapnya baca Harian Kompas, Jumat 24 Juni 2011, halaman depan)

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Kemenkes: Sesuai Regulasi, RS Boleh Berorientasi Keuntungan, tetapi..

    Kemenkes: Sesuai Regulasi, RS Boleh Berorientasi Keuntungan, tetapi..

    Nasional
    Siswi SMP Tewas Ditabrak Mobil Turis Saat Jalan Kaki ke Sekolah

    Siswi SMP Tewas Ditabrak Mobil Turis Saat Jalan Kaki ke Sekolah

    Regional
    Lebih dari 10 Tahun Anggota Satpol PP DKI Belum Diangkat Jadi PNS

    Lebih dari 10 Tahun Anggota Satpol PP DKI Belum Diangkat Jadi PNS

    Megapolitan
    Gempa Susulan di Meksiko, Korban Tewas Naik Jadi 320 Orang

    Gempa Susulan di Meksiko, Korban Tewas Naik Jadi 320 Orang

    Internasional
    12 Tahun Bekerja, PTT Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta Hanya Ingin Diangkat Jadi PNS

    12 Tahun Bekerja, PTT Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta Hanya Ingin Diangkat Jadi PNS

    Megapolitan
    Warga Diingatkan Tak Main Hakim Sendiri Saat Ada Masalah di Rusun

    Warga Diingatkan Tak Main Hakim Sendiri Saat Ada Masalah di Rusun

    Megapolitan
    Berderai Air Mata, Sang Istri Terus Usap Kepala Pengemudi Grab yang Tewas Dibunuh

    Berderai Air Mata, Sang Istri Terus Usap Kepala Pengemudi Grab yang Tewas Dibunuh

    Regional
    Anggota Komisi I Minta Panglima TNI Hati-hati Bicara

    Anggota Komisi I Minta Panglima TNI Hati-hati Bicara

    Nasional
    Setelah Kebaktian Dibubarkan, Rusunawa Pulogebang Dijaga Polisi

    Setelah Kebaktian Dibubarkan, Rusunawa Pulogebang Dijaga Polisi

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Ingin Buat Jalur Angkot di Kawasan Stasiun Bekasi Timur

    Pemkot Bekasi Ingin Buat Jalur Angkot di Kawasan Stasiun Bekasi Timur

    Megapolitan
    Dua Nelayan Vietnam Tewas dan Lima Ditangkap di Perairan Filipina

    Dua Nelayan Vietnam Tewas dan Lima Ditangkap di Perairan Filipina

    Internasional
    Sidang Praperadilan Novanto, KPK Bawa 200 Dokumen termasuk BAP Saksi

    Sidang Praperadilan Novanto, KPK Bawa 200 Dokumen termasuk BAP Saksi

    Nasional
    Pansus Diminta Perbaiki Kepolisian dan Kejaksaan daripada Cari Kesalahan KPK

    Pansus Diminta Perbaiki Kepolisian dan Kejaksaan daripada Cari Kesalahan KPK

    Nasional
    Jelang Musim Hujan, Sudin Kehutanan Jakbar Data Pohon Rawan Tumbang

    Jelang Musim Hujan, Sudin Kehutanan Jakbar Data Pohon Rawan Tumbang

    Megapolitan
    Istri Pendiri Situs Nikahsirri: Suami Saya Gila Sejak Kalah Pilkada

    Istri Pendiri Situs Nikahsirri: Suami Saya Gila Sejak Kalah Pilkada

    Megapolitan

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM