Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kursi-kursi Dilempar Saat Kongres PAN, Satu Pengurus Terluka

Kompas.com - 01/03/2015, 14:21 WIB
Ihsanuddin

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
- Kericuhan terjadi dalam Kongres Partai Amanat Nasional IV di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Sabtu (1/3/2015) siang. Sebanyak sepuluh kursi melayang karena dilempar oleh para peserta.

Salah satu kursi mengenai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Muhammad Rafi Ginting.

"Kami baru saja pulang dari UGD Rumah Sakit Kasih Ibu, setelah insiden yang terjadi. Rafi dijahit dan jaitannya lumayan, 28 jahitan, tapi menurut dokter kondisinya baik dan semoga tidak timbul infeksi dan segera pulih," kata Wasekjen PAN Teguh Juwarno, dalam jumpa pers di Nusa Dua, Bali.

Sementara Rafi yang juga hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, aksi saling lempar kursi terjadi saat rapat baru dibuka dan membicarakan agenda kongres. Dalam rapat yang berlangsung tertutup itu, banyak peserta yang melakukan interupsi.

Beberapa orang bahkan berebutan mikrofon. Saat itulah, para peserta mulai melempar kursi dan salah satunya mengenai Rafi.

"Saya langsung rubuh, langsung Mas Teguh mengantar saya ke rumah sakit," ucapnya.

Rafi tidak melihat dengan jelas siapa saja yang melempar kursi. Namun, dari arah dilemparnya kursi, Rafi yang merupakan pendukung Zulkfili Hasan ini berani memastikan pelemparan dilakukan oleh pendukung Hatta.

"(kursi beterbangan) cuma dari satu arah," ucapnya.

Kendati demikian, Rafi maupun kubu Hatta lainnya mengaku tidak mau memperpanjang insiden ini. Dia hanya berharap insiden serupa tidak terulang dan kongres bisa terus berjalan lancar hingga usai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menag Bertolak ke Saudi, Cek Persiapan Akhir Layanan Jemaah Haji

Menag Bertolak ke Saudi, Cek Persiapan Akhir Layanan Jemaah Haji

Nasional
Ide 'Presidential Club' Prabowo: Disambut Hangat Jokowi dan SBY, Dipertanyakan oleh PDI-P

Ide "Presidential Club" Prabowo: Disambut Hangat Jokowi dan SBY, Dipertanyakan oleh PDI-P

Nasional
Ganjar Pilih Jadi Oposisi, PDI-P Dinilai Hampir Dipastikan Berada di Luar Pemerintahan Prabowo

Ganjar Pilih Jadi Oposisi, PDI-P Dinilai Hampir Dipastikan Berada di Luar Pemerintahan Prabowo

Nasional
Jemaah Haji Kedapatan Pakai Visa Non Haji, Kemenag Sebut 10 Tahun Tak Boleh Masuk Arab Saudi

Jemaah Haji Kedapatan Pakai Visa Non Haji, Kemenag Sebut 10 Tahun Tak Boleh Masuk Arab Saudi

Nasional
BNPB Tambah 2 Helikopter untuk Distribusi Logistik dan Evakuasi Korban Longsor di Sulsel

BNPB Tambah 2 Helikopter untuk Distribusi Logistik dan Evakuasi Korban Longsor di Sulsel

Nasional
Luhut Ingatkan soal Orang 'Toxic', Ketua Prabowo Mania: Bisa Saja yang Baru Masuk dan Merasa Paling Berjasa

Luhut Ingatkan soal Orang "Toxic", Ketua Prabowo Mania: Bisa Saja yang Baru Masuk dan Merasa Paling Berjasa

Nasional
Mahfud Kembali ke Kampus Seusai Pilpres, Ingin Luruskan Praktik Hukum yang Rusak

Mahfud Kembali ke Kampus Seusai Pilpres, Ingin Luruskan Praktik Hukum yang Rusak

Nasional
[POPULER NASIONAL] Eks Anak Buah SYL Beri Uang Tip untuk Paspampres | Ayah Gus Muhdlor Disebut dalam Sidang Korupsi

[POPULER NASIONAL] Eks Anak Buah SYL Beri Uang Tip untuk Paspampres | Ayah Gus Muhdlor Disebut dalam Sidang Korupsi

Nasional
Ganjar: Saya Anggota Partai, Tak Akan Berhenti Berpolitik

Ganjar: Saya Anggota Partai, Tak Akan Berhenti Berpolitik

Nasional
Tanggal 9 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 9 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Ganjar Kembali Tegaskan Tak Akan Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ganjar Kembali Tegaskan Tak Akan Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Nasional
Kultur Senioritas Sekolah Kedinasan Patut Disetop Buat Putus Rantai Kekerasan

Kultur Senioritas Sekolah Kedinasan Patut Disetop Buat Putus Rantai Kekerasan

Nasional
Kekerasan Berdalih Disiplin dan Pembinaan Fisik di Sekolah Kedinasan Dianggap Tak Relevan

Kekerasan Berdalih Disiplin dan Pembinaan Fisik di Sekolah Kedinasan Dianggap Tak Relevan

Nasional
Kekerasan di STIP Wujud Transformasi Setengah Hati Sekolah Kedinasan

Kekerasan di STIP Wujud Transformasi Setengah Hati Sekolah Kedinasan

Nasional
Ganjar Bubarkan TPN

Ganjar Bubarkan TPN

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com