Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Lewat ASEAN Climate Forum, Arsjad Rasjid Tegaskan Komitmen Asia Tenggara Capai Target Net Zero Carbon

Kompas.com - 03/09/2023, 20:20 WIB
Yussy Maulia Prasetyani,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) sukses menggelar ASEAN Climate Forum di Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu (2/9/2023). Agenda ini dilaksanakan dengan menggandeng Standard Chartered Bank dan didukung sejumlah mitra, seperti Bloomberg, NEF, PwC, Equatorise Advisory, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

ASEAN Climate Forum diselenggarakan sebagai bagian dari acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bisnis dan Investasi ASEAN 2023 atau ASEAN Business and Investment Summit 2023 (ABIS), yang resmi dibuka Presiden Joko Widodo, pada Jumat (1/9/2023).

Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid mengatakan ASEAN Climate Forum akan menyoroti komitmen negara-negara partisipan untuk mencapai target net zero carbon, serta membahas pentingnya meningkatkan pasar karbon dan peran keuangan berkelanjutan untuk mencapai netralitas karbon.

"Asia Tenggara merupakan kawasan yang penuh potensi. Namun, sangat rentan terhadap perubahan iklim. Butuh komitmen bersama ASEAN untuk mencapai net zero carbon di kawasan ini," kata Arsjad Rasjid dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (3/9/2023).

Baca juga: ASEAN-BAC Soroti Kesetaraan Gender dan Kepemimpinan Muda lewat 2 Forum Diskusi

Arsjad juga mengatakan, transisi menuju net zero carbon harus dilakukan di seluruh sektor. Dengan begitu, negara kawasan ASEAN pun dapat memiliki ketahanan iklim dan mampu memulihkan sektor ekonomi yang sempat terdampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, potensi negara kawasan Asia Tenggara yang dimaksud Arsjad adalah keanekaragaman hayati, hutan, dan sumber energi terbarukan yang melimpah. Potensi tersebut dinilai mampu menarik investasi yang besar, sehingga mampu mendorong upaya mitigasi iklim yang berdampak baik bagi global.

"Potensi luar biasa yang dimiliki negara-negara ASEAN dalam melakukan mitigasi perubahan iklim menjadikan kita berada dalam posisi yang tepat untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan pasar karbon, yang semakin berperan penting dalam mencapai net zero carbon," ujar Arsjad.

Arsjad juga mendukung agar potensi negara kawasan Asia Tenggara diperhitungkan dalam memenuhi target iklim berdasarkan Perjanjian Paris.

Baca juga: Gandeng Serikat Pekerja, Kadin Indonesia Rilis Platform Pelatihan Digital Kadin for Naker

Sebab, meski sudah menegaskan komitmen, negara-negara tersebut masih membutuhkan investasi setidaknya 2 triliun dollar AS dalam dekade ini.

Indonesia setidaknya menyumbang 56 persen dari seluruh penerbitan offset di ASEAN, diikuti oleh Kamboja dengan angka 26 persen. Hal ini menunjukkan adanya peluang nyata bagi ASEAN untuk menjadi pusat perdagangan global guna mencapai kredit karbon berintegritas tinggi.

Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid dalam sambutannya di ASEAN Climate ForumDok. Kadin Indonesia Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid dalam sambutannya di ASEAN Climate Forum

"Tentunya, hal ini harus didorong melalui tindakan nyata pada kebijakan pemerintah negara-negara ASEAN yang harus diterapkan pada tingkat lokal, regional, bahkan internasional," tutur Arsjad.

Terkait keuangan berkelanjutan, Arsjad menilai ASEAN Climate Forum dapat mendukung negara-negara partisipan untuk segera mengambil tindakan untuk mencapai net zero carbon. Sebab, jika tidak ada tindakan yang diambil, negara dapat kehilangan 37,4 persen produk domestik bruto (PDB) saat ini pada 2048.

Baca juga: Kadin dan ASEAN-BAC Gelar ASEAN Weekend Market, Kumpulkan UMKM dari Indonesia hingga Kamboja

“Keuangan berkelanjutan di ASEAN telah mengalami ekspansi yang luas. (Namun) pasar utang dan ekuitas berkelanjutan masih kecil dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perekonomian ASEAN untuk tujuan keberlanjutannya,” Arsjad mengakui.

Pada 2016, jumlah total utang berkelanjutan tercatat sebesar 0,25 miliar dollar AS dan meningkat menjadi 6,75 miliar dollar AS pada 2021. Hal ini menjadikan jumlah total utang berkelanjutan menjadi sekitar 24 miliar dollar AS, di mana potensi pertumbuhan lebih lanjut dari keuangan berkelanjutan sebagian besar belum dimanfaatkan.

Peran sektor keuangan

Halaman:


Terkini Lainnya

PKK sampai Karang Taruna Dilibatkan Buat Perangi Judi 'Online'

PKK sampai Karang Taruna Dilibatkan Buat Perangi Judi "Online"

Nasional
4 Bandar Besar Judi 'Online' di Dalam Negeri Sudah Terdeteksi

4 Bandar Besar Judi "Online" di Dalam Negeri Sudah Terdeteksi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pertemuan Presiden PKS dan Ketum Nasdem Sebelum Usung Sohibul | 3 Anak Yusril Jadi Petinggi PBB

[POPULER NASIONAL] Pertemuan Presiden PKS dan Ketum Nasdem Sebelum Usung Sohibul | 3 Anak Yusril Jadi Petinggi PBB

Nasional
Tanggal 29 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Belajar dari Peretasan PDN, Pemerintah Ingin Bangun Transformasi Digital yang Aman dan Kuat

Belajar dari Peretasan PDN, Pemerintah Ingin Bangun Transformasi Digital yang Aman dan Kuat

Nasional
Perubahan Konstruksi Tol MBZ dari Beton ke Baja Disebut Disetujui Menteri PUPR

Perubahan Konstruksi Tol MBZ dari Beton ke Baja Disebut Disetujui Menteri PUPR

Nasional
Ketua RT di Kasus 'Vina Cirebon' Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keterangan Palsu

Ketua RT di Kasus "Vina Cirebon" Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keterangan Palsu

Nasional
Kongkalikong Pengadaan Truk, Eks Sestama Basarnas Jadi Tersangka

Kongkalikong Pengadaan Truk, Eks Sestama Basarnas Jadi Tersangka

Nasional
PKS Klaim Ridwan Kamil Ajak Berkoalisi di Pilkada Jabar

PKS Klaim Ridwan Kamil Ajak Berkoalisi di Pilkada Jabar

Nasional
Eks Pejabat Basarnas Pakai Uang Korupsi Rp 2,5 M untuk Beli Ikan Hias dan Kebutuhan Pribadi

Eks Pejabat Basarnas Pakai Uang Korupsi Rp 2,5 M untuk Beli Ikan Hias dan Kebutuhan Pribadi

Nasional
Penyerang PDN Minta Tebusan Rp 131 Miliar, Wamenkominfo: Kita Tidak Gampang Ditakut-takuti

Penyerang PDN Minta Tebusan Rp 131 Miliar, Wamenkominfo: Kita Tidak Gampang Ditakut-takuti

Nasional
Sebut Anggaran Pushidrosal Kecil, Luhut: Kalau Gini, Pemetaan Baru Selesai 120 Tahun

Sebut Anggaran Pushidrosal Kecil, Luhut: Kalau Gini, Pemetaan Baru Selesai 120 Tahun

Nasional
Kasus Korupsi Pembelian Truk Basarnas, KPK Sebut Negara Rugi Rp 20,4 Miliar

Kasus Korupsi Pembelian Truk Basarnas, KPK Sebut Negara Rugi Rp 20,4 Miliar

Nasional
PDI-P Sebut Hasto Masih Pimpin Rapat Internal Persiapan Pilkada 2024

PDI-P Sebut Hasto Masih Pimpin Rapat Internal Persiapan Pilkada 2024

Nasional
Bawas MA Bakal Periksa Majelis Hakim Gazalba Saleh jika Ada Indikasi Pelanggaran

Bawas MA Bakal Periksa Majelis Hakim Gazalba Saleh jika Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com