Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasukan-pasukan Elite TNI

Kompas.com - 13/09/2022, 02:00 WIB
Issha Harruma

Penulis


KOMPAS.com – Sebagai garda terdepan pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki sejumlah pasukan elite.

Pasukan ini ada di setiap matra, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Pasukan elite ditugaskan dengan tugas-tugas khusus yang tentunya berbeda dengan prajurit pada umumnya.

Lalu, apa saja pasukan elite TNI?

Baca juga: Kala Denjaka Lumpuhkan Aksi Teror di Anambas...

Kopaska

Pasukan Elite TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), didirikan oleh Presiden Soekarno dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri/Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep.M/KSAL.5401.13 pada 31 Maret 1962.

Namun, gagasan pembentukan pasukan ini telah ada sejak zaman revolusi kemerdekaan Indonesia.

Semboyan Kopaska adalah “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang artinya “Tidak Ada Rintangan yang Tidak Dapat Diatasi”.

Pasukan Kopaska memiliki kemampuan tempur dengan media dari udara, laut dan bawah permukaan. Secara umum, dapat dikatakan pasukan ini memiliki kemampuan untuk infiltrasi dan exfilrasi melalui jalur laut.

Pasukan ini merupakan bagian dari TNI AL yang memiliki kemampuaan peperangan laut khusus. Salah satu di antaranya adalah penerjunan freefall (terjun bebas).

Adapun tugas utama Kopaska, yakni:

  • peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia ke kapal lawan dan sabotase pangkalan musuh,
  • penghancuran instalasi bawah air,
  • pengintaian,
  • mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar,
  • torpedo berjiwa (kamikaze),
  • dan anti teror di laut (maritime counter terrorism).

Jika tidak sedang bertugas dalam suatu operasi, tim-tim Detasemen Kopaska dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP, seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Sat-81 Kopassus

Satuan 81 (Sat-81) merupakan pasukan elite TNI AD yang berada di dalam Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dulunya, pasukan ini disebut sebagai Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor)

Sat-81dibentuk oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto pada akhir 1981 dan secara resmi berdiri pada 30 Juni 1982.

Saat pembentukan, Sat 81 Kopassus dinamai Detasemen Khusus 81 Antiteror yang berada di bawah Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).

Pada awal 1990-an, Detasemen 81 digabung ke dalam Kopassus dengan nama Sat-81 Gultor.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Nasional
Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Nasional
Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Nasional
Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Nasional
Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Nasional
Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Nasional
Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Nasional
HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

Nasional
Komisi I Bakal Panggil Menkominfo jika PDN Masih Bermasalah

Komisi I Bakal Panggil Menkominfo jika PDN Masih Bermasalah

Nasional
Kumpulkan Pamen, KSAL Wanti-wanti Bahaya Utang Berlebih dan Kebiasaan Judi 'Online'

Kumpulkan Pamen, KSAL Wanti-wanti Bahaya Utang Berlebih dan Kebiasaan Judi "Online"

Nasional
KPK Akan Dalami Dugaan Aliran Dana SYL Ke Firli Bahuri

KPK Akan Dalami Dugaan Aliran Dana SYL Ke Firli Bahuri

Nasional
Saat Bamsoet Bicara soal Amendemen Berujung Diputus Langgar Kode Etik...

Saat Bamsoet Bicara soal Amendemen Berujung Diputus Langgar Kode Etik...

Nasional
Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 9 Tahun Penjara

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 9 Tahun Penjara

Nasional
Sri Mulyani Bakal Cek Aturan Bea Masuk Kain Usai RI Kebanjiran Tekstil Impor

Sri Mulyani Bakal Cek Aturan Bea Masuk Kain Usai RI Kebanjiran Tekstil Impor

Nasional
Golkar Optimistis Bisa Koalisi dengan Gerindra di Pilkada Jakarta, Calonnya Masih Dibahas

Golkar Optimistis Bisa Koalisi dengan Gerindra di Pilkada Jakarta, Calonnya Masih Dibahas

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com