Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vaksin Bivalen Disebut Relevan Buat Penanganan Covid-19 Subvarian Omicron

Kompas.com - 31/08/2022, 21:39 WIB
Fika Nurul Ulya,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI, Tjandra Yoga Aditama menilai vaksin Covid-19 Bivalen relevan untuk penanganan subvarian Omicron dan varian awal yang ada sejak tahun 2022.

Dia meminta Indonesia dapat mempertimbangkan vaksin Bivalen untuk digunakan di dalam negeri.

"Vaksin Covid-19 bivalen merupakan terobosan terbaru dalam pengendalian Covid-19. Akan baik kalau Indonesia juga mempertimbangkan penggunaan vaksin Covid-19 terbaru ini untuk lebih melindungi anak bangsa kita," kata Tjandra dalam siaran pers, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: 10.970 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, Dinkes Blora Ungkap Penyebabnya

Ia mengungkapkan, vaksin itu sangat relevan menjadi pencegahan lantaran varian yang mendominasi dunia dan Indonesia saat ini adalah varian Omicron.

Sedangkan, jenis vaksin yang dipakai di Indonesia dibuat sebelum ada varian Omicron.

"Jadi vaksin terbaru ini sesuai dengan masalah yang ada sekarang, sayangnya vaksin terbaru ini belum ada di negara kita," ucap dia.

Tjandra bilang, banyak negara yang menggunakan vaksin Bivalen untuk penanggulangan pandemi, termasuk Inggris.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Unair Siap Jadi Booster

Produsen Moderna membuat vaksin Spikevax Bivalent Original/Omicron, yang setengah dosisnya atau sekitar 25 mikrogram ditargetkan untuk proteksi virus Covid-19 tahun 2020 dan setengah dosis lainnya untuk menangani varian Omicron.

Lalu dia menilai, Amerika Serikat mulai memproses persetujuan penggunaan vaksin baru dari Pfizer, yang akan terdiri dari 15 mikrogram dari mRNA encoding untuk virus jenis awal, dan 15-mikrogram mRNA encoding lainnya untuk proteksi terhadap varian Omicron BA.4 dan BA.5.

Lebih lanjut Mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini menyebut, vaksinasi perlu terus diakselerasi karena masih bermutasinya varian baru Covid-19.

Baca juga: Syarat Perjalanan Darat Terbaru, Wajib Vaksin Booster

"Sesudah beberapa hari kasus kita turun sekitar 3.000-an maka pada kemarin, Selasa 30 Agustus naik lagi jadi 5.000 (kasus). Jadi memang Covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Artinya, vaksinasi harus terus digalakkan," jelas dia.

Sebagai informasi hingga Selasa (30/8/2022) pukul 18.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama sebanyak 203.351.498 atau 86,66 persen dari total target sasaran vaksinasi.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua sebanyak 170.922.826 atau 72,84 persen. Kemudian, masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis ketiga atau penguat (booster) yaitu 60.506.778 atau 25,78 persen.

Baca juga: Sudah Berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Pesawat Domestik Wajib Vaksin Booster

Adapun yang sudah mendapat vaksinasi dosis keempat yaitu 296.137 orang atau secara dengan 20,16 persen. Pemerintah sendiri telah menetapkan sasaran vaksinasi yakni sebanyak 234.666.020 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Nasional
Penculikan Aktivis 98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Penculikan Aktivis 98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

Nasional
Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi 'Zonk' karena Koruptor Makin Pintar

KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi "Zonk" karena Koruptor Makin Pintar

Nasional
Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Nasional
Pimpinan KPK Sebut OTT 'Hiburan' agar Masyarakat Senang

Pimpinan KPK Sebut OTT "Hiburan" agar Masyarakat Senang

Nasional
Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Nasional
Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Nasional
Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Nasional
Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi 'Online' Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi "Online" Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Nasional
KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

Nasional
Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com