Kompas.com - 24/12/2021, 20:17 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien di Metro Lampung, Kamis (23/12/2021). dok OJKWakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien di Metro Lampung, Kamis (23/12/2021).
Penulis Irfan Kamil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara resmi menutup Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Universitas Islam Negeri Raden Inten, Lampung.

Dalam sambutannya, Ma'ruf menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara muktamar yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

"Hasil ini bagi pemerintah sangat menggembirakan, sangat menyenangkan karena bagi pemerintah NU selama ini dianggap dan dinyatakan sebagai mitra pemerintah yang paling setia di dalam membangun bangsa ini," ucap Ma'ruf dikutip dari siaran pers, Jumat (24/12/2021).

Ma'ruf mengatakan, eksistensi Nahdlatul Ulama tersebut turut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat membuka acara Muktamar pada Rabu (22/12/2021) lalu.

"Itu diakui oleh Presiden Joko Widodo kemarin bahwa NU telah banyak berjasa bagi bangsa ini," tutur Wapres.

Baca juga: PBNU Di Bawah Kepemimpinan Gus Yahya, Cak Imin Sebut Punya 2 Tantangan di Masa Pandemi

Di sisi lain, Ma'ruf juga menyampaikan agar hasil muktamar yang diperoleh dapat dijalankan dengan baik dan disikapi dengan kompak oleh seluruh pengurus NU.

"Hasil muktamar ini bagi warga NU sesuatu yang harus disyukuri, karena NU adalah amanat yang harus kita jaga, yang harus kita pelihara," ucap Ma'ruf.

"NU tidak boleh mengalami situasi sehingga terjadinya perpecahan, permusuhan, ketidakkompakan, sehingga membuat NU menjadi lemah," imbuhnya.

Ma'ruf juga berpesan agar momentum muktamar ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperbaiki diri dan merumuskam langkah-langkah NU ke depan dalam membangun bangsa bersama pemerintah.

"Momentum bermuktamar kita jadikan untuk melakukan islakh, memperbaiki langkah-langkah," tutur Wapres.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.