Kompas.com - 07/11/2021, 07:03 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus harian akibat virus corona SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Sabtu (6/11/2021), menunjukkan ada 401 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 kini mencapai 4.247.721 orang, sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Sabtu sore.

Baca juga: UPDATE 6 November: 69 Kasus Baru di Jakarta, 1 Pasien Covid-19 Meninggal

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta dengan 68 kasus. Kemudian Jawa Barat dengan 53 kasus, dan Jawa Tengah dengan 51 kasus.

Pasien sembuh dan meninggal dunia

Selain kasus positif, pemerintah juga melaporkan ada penambahan 622 pasien Covid-19 yang sembuh.

Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 sampai saat ini berjumlah 4.093.208 orang.

Namun, masih ada kabar duka dengan angka kematian akibat Covid-19 yang terus bertambah.

Dalam sehari, ada 15 pasien yang tutup usia setelah terinfeksi virus corona. Sehingga, total angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 143.534 orang.

Baca juga: UPDATE 6 November: Ada 6.393 Suspek Covid-19 di Indonesia

Dengan data tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 10.979 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Selain kasus itu, pemerintah juga mencatat ada 6.393 orang yang kini berstatus suspek.

Kasus Covid-19 kini sudah tercatat di 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi di Tanah Air, dari Aceh hingga Papua.

Ini berarti penularan virus corona sudah tercatat di lebih dari 99 persen wilayah Indonesia.

kemudian, pemerintah melaporkan sebanyak 256.032 spesimen dari 176.845 orang diperiksa terkait Covid-19 pada Sabtu kemarin.

Rinciannya, sebanyak 32.938 orang diambil sampelnya menggunakan tes swab polymerase chain reaction (PCR), 125 orang menggunakan tes cepat molekuler (TCM), dan 143.782 orang menggunakan tes swab antigen.

Baca juga: UPDATE 6 November: Sebaran 401 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Tertinggi di Jakarta

Kemudian, sebanyak 64.636 spesimen diperiksa dengan metode PCR, 127 spesimen melalui TCM, dan 191.269 spesimen melalui tes swab antigen.

Dengan demikian, hingga hari ini, secara kumulatif pemerintah telah memeriksa 48.160.848 spesimen Covid-19 dari 32.226.925 orang.

Sebagai informasi, satu orang dapat diambil spesimen lebih dari satu kali.

Berdasarkan pemeriksaan spesimen ini, sebanyak 401 orang diketahui positif Covid-19.

Jumlah itu didapatkan dari 342 hasil tes swab PCR, 7 dari TCM, dan 52 dari tes swab antigen.

Dari data tersebut, angka positivity rate kasus positif Covid-19 harian, yaitu 0,23 persen secara total.

Namun, jika hanya berdasarkan dengan tes swab PCR dan TCM, maka positivity rate yaitu sebesar 1,06 persen.

Baca juga: UPDATE 6 November: Ada 6.393 Suspek Covid-19 di Indonesia

Perkembangan vaksinasi

Sementara itu, jumlah orang yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua hingga Sabtu ini telah mencapai 78.114.072 orang atau 37,51 persen dari target pemerintah.

Sementara jumlah orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama sebanyak 124.156.167 orang atau 59,61 persen.

Data itu disampaikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pada laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com, Sabtu sore.

Adapun orang yang divaksin, yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan anak usia 12-17 tahun.

Hingga saat ini, pemerintah menargetkan 208.265.720 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Sasaran pada tahap pertama adalah tenaga kesehatan, yakni sebanyak 1.468.764 orang.

Sebanyak 2.018.405 orang tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.904.155 orang telah disuntik dosis kedua.

Baca juga: UPDATE 6 November: 78.114.072 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik sebanyak 17.327.167 orang.

Sebanyak 28.121.875 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 23.169.005 orang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Sementara itu, sebanyak 2.701.158 guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi dosis pertama dan 2.301.875 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Adapun, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Sebanyak 8.980.659 orang lansia yang divaksinasi dosis pertama dan 5.544.226 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Terakhir, sasaran vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang. Sebanyak 13.120.629 orang sudah disuntik dosis pertama dan 7.883.752 orang telah disuntik dosis kedua.

Adapun vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Kenaikan kasus

Selain itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap, sebanyak 9 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan kasus virus corona per 31 Oktober 2021.

“Terdapat 9 provinsi yang mengalami kecenderungan peningkatan rata-rata jumlah kasus positif Covid-19 pada 7 hari terakhir dibandingkan dengan 7 hari sebelumnya atau sering disebut sebagai seven day moving avarage,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (4/11/2021).

Sembilan provinsi itu yakni Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

Meski meningkat, kata Wiku, kasus Covid-19 di sembilan provinsi tersebut masih bisa dikatakan terkendali. Sebab, rata-rata peningkatan kasus positifnya cenderung masih rendah.

Dari 9 provinsi, penambahan kasus positif mingguan terbanyak berasal dari Jawa Barat dengan 741 kasus baru. Jawa Barat juga mencatatkan jumlah kasus aktif tertinggi yakni 1.424 kasus.

Sementara, dari 9 provinsi, persentase kesembuhan paling rendah dicatatkan oleh Lampung yaitu 90,63 persen.

Kemudian, penambahan kematian tertinggi dicatatkan Provinsi Jawa Timur dengan 39 orang.

Adapun tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) yang paling tinggi dibanding lainnya adalah Papua dengan 11,41 persen.

“Cakupan vaksinasi dosis lengkap yang paling rendah adalah di Provinsi Maluku Utara yaitu 17,5 persen,” kata Wiku.

Wiku mengatakan, meski situasi pandemi belakangan menunjukkan perbaikan, penting untuk memantau secara rutin perkambangan Covid-19.

Ia mengingatkan bahwa disiplin protokol kesehatan pencegahan virus corona tetap harus diterapkan demi mencegah terjadinya lonjakan kasus.

“Meskipun aktivitas sosial ekonomi sudah berjalan seperti sebelum lonjakan kasus kedua, penting untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dan antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan kasus,” kata Wiku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.