Kompas.com - 27/10/2021, 13:28 WIB
Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan, di sela acara silaturahim dengan relawannya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan, di sela acara silaturahim dengan relawannya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir mengatakan, pihaknya tidak menggunakan buzzer dalam mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini diungkapkan La Ode dalam siaran AIMAN bertajuk “Siapa Gubernur Calon Presiden 2024?” yang tayang di YouTube KompasTV, Selasa (26/10/2021).

“Itu (buzzer) yang kita enggak punya,” kata La Ode saat ditanyakan soal buzzer oleh Aiman. 

Baca juga: PAN Lirik Sejumlah Tokoh untuk Capres 2024, Ada Erick Thohir, Anies, Ganjar hingga Puan

La Ode menegaskan, pihaknya tidak mempunyai, apalagi mengoordinasikan buzzer untuk mendukung Anies Baswedan maju dalam pilpres mendatang.

Menurut dia, para relawan kerap menyampaikan klarifikasi dan penjelasan apabila Anies Baswedan mendapat cercaan dan hujatan dari pihak lain.

“Kita menyampaikan pembelaan secara rasional kan begitu, kita klarifikasi, tetapi kalau mengoordinasi buzzer itu enggak,” ujar dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Relawan ANIES, kata La Ode, siap membuatkan panggung bagi Anies Baswedan setelah masa jabatannya sebagai Gubernur DKI berakhir pada Oktober 2022.

Ia mengatakan, Aliansi ANIES hadir untuk menjadi wadah bagi para relawan yang mendukung Anies Baswedan masuk ke kontestasi pilpres.

“Panggungnya bisa kita bikin. ANIES ada untuk buat panggung buat Anies Rasyid Baswedan. Ya kita keliling ke daerah-daerah, membuat wadah kumpulan relawan-relawan begitu,” tutur dia. 

Baca juga: Syukuran Kemenangan, Relawan Anies-Sandi Bagikan Bunga Kertas di CFD

Lebih lanjut, La Ode menyampaikan, Aliansi ANIES merupakan inisiatif masyarakat atau para relawan yang berkumpul karena memiliki keinginan agar Anies Baswedan menjadi Presiden Indonesia tahun 2024.

Ia mengeklaim, jumlah anggota Aliansi ANIES sudah mencapai ribuan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, terkait sumber dana melakukan kegiatan, menurut dia, Aliansi ANIES menggunakan sistem urunan dari uang pribadi.

“Ya biaya selama ini saya melaksanakan kegiatan ini ya patungan swadaya dari kita-kita,” ucap dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

Nasional
Sering Sulit Akses Siaran TV Analog, Masyarakat Kalteng Sambut Baik Peralihan ke Digital

Sering Sulit Akses Siaran TV Analog, Masyarakat Kalteng Sambut Baik Peralihan ke Digital

Nasional
Sekjen Gerindra: Kami Akan Bela Terus Anies, tetapi Apakah Formula E Kebutuhan Masyarakat Jakarta?

Sekjen Gerindra: Kami Akan Bela Terus Anies, tetapi Apakah Formula E Kebutuhan Masyarakat Jakarta?

Nasional
Periksa Dua Saksi, KPK Dalami Aliran Uang yang Diterima Bupati Bintan

Periksa Dua Saksi, KPK Dalami Aliran Uang yang Diterima Bupati Bintan

Nasional
Polri Ingatkan ASN dan Karyawan Swasta Dilarang Cuti Natal-Tahun Baru

Polri Ingatkan ASN dan Karyawan Swasta Dilarang Cuti Natal-Tahun Baru

Nasional
Menkes Sebut Masyarakat Takut Vaksin yang Tersedia, Laju Vaksinasi Covid-19 Menurun

Menkes Sebut Masyarakat Takut Vaksin yang Tersedia, Laju Vaksinasi Covid-19 Menurun

Nasional
Ketua Komisi X DPR Bersurat ke Kemendikbud Ristek, Minta Guru Honorer K2 Diangkat Jadi Guru PPPK

Ketua Komisi X DPR Bersurat ke Kemendikbud Ristek, Minta Guru Honorer K2 Diangkat Jadi Guru PPPK

Nasional
19 Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Sebut Kemampuan Testing Menurun

19 Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Sebut Kemampuan Testing Menurun

Nasional
Ketua Komisi X Nilai Nadiem Belum Sungguh-sungguh Mengafirmasi Keberadaan Guru Honorer

Ketua Komisi X Nilai Nadiem Belum Sungguh-sungguh Mengafirmasi Keberadaan Guru Honorer

Nasional
 Kemenkominfo Dorong Keterlibatan Komunitas Media untuk Promosikan Presidensi G20 Indonesia

Kemenkominfo Dorong Keterlibatan Komunitas Media untuk Promosikan Presidensi G20 Indonesia

Nasional
Menkes: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Menkes: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Nasional
Masyarakat Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin Tak Akan Dilayani Beli Tiket Transportasi

Masyarakat Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin Tak Akan Dilayani Beli Tiket Transportasi

Nasional
4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

Nasional
Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

Nasional
[POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

[POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.