Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kompas.com - 21/10/2021, 21:46 WIB
Seorang pelajar berjalan usai mengikuti vaksinasi massal COVID-19 yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN) di Kediri, Jawa Timur, Senin (19/10/2021). BIN memberikan sebanyak 15 ribu dosis Vaksin COVID-19 untuk warga Kediri berusia 12 tahun ke atas guna meningkatkan kekebalan komunal. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww. ANTARA FOTO/Prasetia FauzaniSeorang pelajar berjalan usai mengikuti vaksinasi massal COVID-19 yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN) di Kediri, Jawa Timur, Senin (19/10/2021). BIN memberikan sebanyak 15 ribu dosis Vaksin COVID-19 untuk warga Kediri berusia 12 tahun ke atas guna meningkatkan kekebalan komunal. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim Indonesia menjadi negara non produsen vaksin Covid-19 dengan capaian vaksinasi Covid-19 terbaik.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini Indonesia menempati peringkat ke-5 negara dengan jumlah dosis vaksin Covid-19 yang sudah disuntikan.

“Jadi kita kalau dibandingkan dengan negara-negara yang bukan produsen vaksin Covid-19, (capaian vaksinasi) kita adalah yang terbaik,” terang Nadia dalam diskusi virtual, Kamis (21/10/2021).

Ia menjelaskan negara dengan capaian peringkat vaksinasi di atas Indonesia merupakan negara-negara produsen vaksin.

Dikutip dari website ourworldindata.org Rabu (20/10/2021), Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan dengan jumlah total 174,42 juta dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 31,50 Persen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di peringkat pertama ada China dengan 2,24 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, menyusul India dengan 997,4 juta, kemudian peringkat ketiga adalah Amerika Serikat dengan 410,19 juta dan Brazil dengan capaian 259,94 juta.

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan, saat ini tantangan Indonesia adalah memenuhi target capian vaksinasi Covid-19 mencapai 70 persen dari total populasi untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sementara, jumlah vaksin Covid-19 dari negara produsen cukup terbatas.

“Tantangan lain adalah memastikan ketersediaan suplai vaksin kita dari produsen vaksin. Kalau kemudian terjadi penundaan atau perlambatan tentunya target vaksinasi kita tidak sesuai harapan,” jelas dia.

“Ini tantangan juga ya, bagaimana Indonesia dengan kebutuhan vaksinasi 426 juta dosis di tengah produksi vaksin yang hanya 8 sampai 9 miliar di tahun 2021 ini,” paparnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

Nasional
Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

Nasional
Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

Nasional
CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

[POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

Nasional
PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

Nasional
Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Nasional
Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Nasional
KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

Nasional
KPK Dalami Barang Bukti Terkait Pengusulan Dana Insentif Daerah Tabanan

KPK Dalami Barang Bukti Terkait Pengusulan Dana Insentif Daerah Tabanan

Nasional
Bertolak ke Kalbar, Jokowi Akan Resmikan Bandara dan Kunjungi Korban Banjir Sintang

Bertolak ke Kalbar, Jokowi Akan Resmikan Bandara dan Kunjungi Korban Banjir Sintang

Nasional
Di Lumajang, Jokowi Dengar Cerita Pengungsi Erupsi Semeru hingga Beri Jaket ke Warga

Di Lumajang, Jokowi Dengar Cerita Pengungsi Erupsi Semeru hingga Beri Jaket ke Warga

Nasional
Batalnya PPKM Level 3 Nataru Jadi Alasan PBNU Gelar Muktamar Ke-34 Akhir Tahun

Batalnya PPKM Level 3 Nataru Jadi Alasan PBNU Gelar Muktamar Ke-34 Akhir Tahun

Nasional
Rabu Ini, Munarman Dijadwalkan Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Terorisme

Rabu Ini, Munarman Dijadwalkan Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Terorisme

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Pemerintah Diminta Tidak Lengah

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Pemerintah Diminta Tidak Lengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.