Kompas.com - 30/07/2021, 17:29 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan pengisian oksigen gratis di Bakorwil III Malang, Senin (26/7/2021) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan pengisian oksigen gratis di Bakorwil III Malang, Senin (26/7/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah memanipulasi data Covid-19 agar penanganan Covid-19 terlihat terkendali di daerah tersebut.

Khofifah mengatakan, semua hasil testing dari laboratorium atau rumah sakit langsung dilaporkan pengelola lab ke dalam sistem new all record (NAR) Kementerian Kesehatan.

"Seolah-olah Pemprov ini tertuduh atau gubernurlah sudah, karena kita disebut kepala daerah, saya ingin matur, sama sekali tidak ada nuansa membela diri atau apa, di dalam sistem pelaporan kita tidak ada apa pun yang dilaporkan oleh Pemprov, apalagi gubernur," kata Khofifah dalam acara Universitas Airlangga secara daring, Jumat (30/7/2021).

"Jadi auto rilisnya dari lab PCR langsung ke NAR," kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jatim Diklaim Melandai, Khofifah: tapi Jangan Anggap Covid-19 Sudah Selesai

Khofifah juga mengatakan, terkait keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Jawa Timur langsung dilaporkan ke hospital online dan NAR, atau bukan ke gubernur.

Sementara itu, untuk kasus kematian akibat Covid-19, Khofifah mengatakan, pihaknya sejak awal meminta Kemenkes untuk mengirim tim audit ke Jawa Timur agar data terverifikasi dengan tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagaimana saya kongkalikong dengan kemenkes? Karena data itu yang dari Pemkab dan Pemkot kita unggah, tidak ada dari Pemprov," ucap dia.

Baca juga: Khofifah Sebut BOR RS Covid-19 di Jawa Timur Menurun

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan data apa adanya dan tidak ada yang disembunyikan.

"Insya Allah data Pemprov Jawa Timur ini transparansinya lahir batin, tidak ada sesuatu yang disembunyikan, karena pemprov bukan melaporkan kepada institusi manapun kecuali kepada publik," kata dia. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Nasional
Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK Sejak 2004 hingga Juni 2021

Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK Sejak 2004 hingga Juni 2021

Nasional
Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Nasional
Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Nasional
Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Nasional
“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

Nasional
Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Nasional
Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Nasional
Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Nasional
Oktober, Warga Tak Punya 'Smartphone' Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Oktober, Warga Tak Punya "Smartphone" Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Nasional
Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Nasional
Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Nasional
Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.