Pemerintah Disarankan Cegah Kenaikan Angka Kematian Akibat Covid-19 dengan Penguatan Testing dan Tracing

Kompas.com - 26/07/2021, 16:20 WIB
Seorang karyawan restoran menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/5/2021). Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kota Tengah, Polres Gorontalo Kota, TNI dan Satpol PP melakukan tracking dan tes PCR kepada karyawan restoran setelah tiga warga yang merayakan ulang tahun di tempat itu dinyatakan positif COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc. ANTARA FOTO/Adiwinata SolihinSeorang karyawan restoran menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/5/2021). Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kota Tengah, Polres Gorontalo Kota, TNI dan Satpol PP melakukan tracking dan tes PCR kepada karyawan restoran setelah tiga warga yang merayakan ulang tahun di tempat itu dinyatakan positif COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan menyarankan pemerintah untuk mencegah angka kematian akibat Covid-19 yang tinggi dengan melakukan penguatan testing dan tracing.

Sebab, menurut dia, banyak masyarakat yang datang ke rumah sakit dan memiliki gejala tetapi belum mengetahui telah terjangkit Covid-19.

"Karena kalau orang datang dengan keluhan ke rumah sakit kan datang antre di UGD akibatnya kan begitu, baru dites antre, begitu masuk pelayanan rumah sakit kan sudah penuh," kata Ede kepada Kompas.com, Senin (26/7/2021).

"Bahkan kemarin kan begitu maauk rumah sakit kan otomatis orang pada pakai oksigen. Kalau sudah enggak pakai oksigen semua normal ya akan dipulangkan," lanjut dia.

Ede mengatakan, penuhnya kondisi di rumah sakit dan pasien meninggal dunia bisa dicegah dengan memperbanyak testing dan tracing.

Baca juga: UPDATE: Tambah 28.228 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.194.733

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telebih lagi apabila tracing tersebut bisa langsung menyasar pada orang-orang yang memang benar memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Ini yang mestinya dicegah dari awal. Dengan cara apa? Menemukan kasus secepatnya. Sehingga orang yang dites itu harapannya lebih banyak hasil tracingnya," ujarnya.

Ede menambahkan apabila tracing disasar langsung pada orang yang memang memiliki kontak erat maka positivity rate Covid-19 akan menurun.

Namun, jika masih menerapkan sistem testing dan tracing saat ini, ia memprediksi, positivity rate akan tetap tinggi.

"Jadi itu subtastif bukan kayak sekarang testingnya masih dua kalinya atau tiga kalinya dari yang positif akibatnya positivity rate kita tetap tinggi di antara 35-40 persenan," ucap Ede.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.