Gerindra Minta Pemerintah Beri Penghargaan bagi Nakes, Petugas Pembawa Jenazah, hingga Relawan

Kompas.com - 12/07/2021, 18:23 WIB
Tenaga kesehatan membawa jenazah pasien Covid-19, berjenis kelamin perempuan (28 tahun) menuju ruang pemulasaran jenazah di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menjadi rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona (Covid-19) sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan membawa jenazah pasien Covid-19, berjenis kelamin perempuan (28 tahun) menuju ruang pemulasaran jenazah di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menjadi rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona (Covid-19) sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR Ahmad Muzani meminta pemerintah untuk memberikan penghargaan atas jasa-jasa yang telah diberikan oleh para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kerja-kerja mereka tidak bisa diukur hanya dengan materi, melainkan harus diberikan penghargaan yang tinggi karena telah bekerja atas dasar nilai-nilai kemanusiaan," kata Muzani dalam siaran pers, Senin (12/7/2021).

Ia menuturkan, seiap harinya aparat kepolisian, TNI, bersama Satuan Polisi Pamong Praja tak henti-henti berkerja dalam upaya penertiban dan pembatasan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Penyekatan di Kalimalang Jaktim, Ada Jalur Khusus buat Nakes

Wakil Ketua MPR itu menyebut, penghargaan kepada para nakes merupakan bentuk apresiasi atas nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi keselamatan masyarakat.

Muzani mengatakan, penghargaan juga patut diberikan kepada relawan-relawan seperti sopir ambulans, petugas pemulasaraan, dan petugas gali kubur yang bekerja tak kenal lelah dan waktu.

Ia menuturkan, tidak sedikit para relawan itu yang rela tidak pulang ke rumah dan tidak bertemu dengan keluarga demi tugas kemanusiaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hampir setiap hari dari pagi sampai malam kita mendengar ambulans yang membawa jenazah maupun pasien Covid-19. Dan setiap hari para petugas pemulasaraan dan petugas gali kubur tak henti-hentinya membumikan jenazah Covid-19," kata dia.

Muzani mengatakan, Fraksi Gerindra di DPR akan memperjuangkan usulan pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan para relawan garda terdepan Covid-19 tersebut.

Baca juga: Aksi Komunitas Ojol, Antar Laundry Nakes hingga Kirim Sembako untuk Pasien Covid-19 Isoman

Sebab, tidak sedikit pula dari mereka yang gugur akibat terpapar virus sehingga kerja-kerja kemaunsiaan yang mereka lakukan patut mendapat apresiasi.

Dikutip dari Kompas.id, data LaporCovid-19 menunjukkan, total tenaga kesehatan (nakes) dari beragam profesi yang meninggal dunia telah mencapai 1.183 orang.

Sebanyak 87 orang di antaranya meninggal di sembilan hari pertama di bulan Juli 2021. Jumlah ini sudah lebih banyak dibandingkan korban nakes yang meninggal sepanjang Juni 2021 yang mencapai 79 orang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Nasional
Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Nasional
Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Nasional
Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Nasional
Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Nasional
Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Nasional
TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

Nasional
Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Nasional
Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Nasional
Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Nasional
Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Nasional
Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Nasional
Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Nasional
Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.