Soal Pemanggilan BEM UI, BEM Unsri: Rektorat Tak Boleh Kebiri Kritik Mahasiswa

Kompas.com - 29/06/2021, 19:33 WIB
Kain merah putih raksasa membentang di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemasangan kain merah putih tersebut dilakukan oleh delapan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UI. Dok. UIKain merah putih raksasa membentang di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemasangan kain merah putih tersebut dilakukan oleh delapan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UI.

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) Dwiki Sandy menilai, langkah Rektorat Universitas Indonesia yang memanggil BEM UI merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat di muka umum.

Menurut Dwiki, tindakan tersebut telah melanggar Pasal 8 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menjamin kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.

"Rektorat tidak boleh mengebiri kritik mahasiswa, apalagi sampai melakukan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Pimpinan kampus harusnya menjadi pelindung mahasiswa, bukan pelindung penguasa," kata Dwiki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Dwiki mengatakan meme "Jokowi: King of Lip Service” yang diunggah BEM UI dalam akun media sosial mereka merupakan bentuk kritik konstruktif demi perbaikan negara.

Baca juga: Jokowi Nilai Kritik dari BEM UI Bentuk Pembelajaran Menyampaikan Pendapat

Ia pun menyatakan, pihaknya mendukung tindakan yang dilakukan oleh BEM UI tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lupa, Dwiki menekankan, BEM Unsri akan terus berada di barisan orang-orang yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan melawan segala bentuk penindasan terhadap rakyat.

"Kami tetap bersama BEM UI untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan melawan segala bentuk pembungkaman kebebasan berpendapat," ujar dia.

Sebelumnya, BEM UI mempublikasikan postingan berjudul "Jokowi: The King of Lip Service" di akun media sosial mereka. Dalam postingan tersebut, BEM UI mengkritik Presiden Jokowi yang kerap kali mengobral janji.

Postingan itu juga menyindir sejumlah janji dan keputusan Jokowi, mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya.

Baca juga: BEM Malang Raya Sebut Unggahan BEM UI yang Kritik Jokowi Sesuai Fakta

Usai unggahan tersebut ramai dibicarakan, pihak rektorat UI pun sudah melakukan pemanggilan kepada 10 mahasiswa pada hari Minggu (27/6/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.