Kompas.com - 20/04/2021, 14:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mempersiapkan penanganan sekitar 40.000 pekerja migran yang akan mudik ke Tanah Air.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir, sebagian besar pekerja migran kembali dari Malaysia.

Kedatangan mereka harus ditangani dengan baik, karena dikhawatirkan akan membawa virus corona penyebab Covid-19. Sebab, kasus Covid-19 tengah melonjak di beberapa negara.

"Karena itu kami sedang berupaya menangani para pekerja migran kita yang kira-kira akan datang nanti sekitar 40.000. Ini jumlah yang sangat besar terutama dari Malaysia. Dari Malaysia rata-rata bukan karena mudik, tapi masa kontrak kerjanya sudah habis," ujar Muhadjir, dalam acara peringatan Hari Konsumen Nasional 2021, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Kemenhub Minta Pekerja Migran Tak Balik ke RI Selama Masa Larangan Mudik

Muhadjir menuturkan, para pekerja yang habis kontrak itu pun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan setibanya di Tanah Air.

Terlebih, Pemerintah Malaysia tahun ini tidak bisa membantu karena ekonominya semakin merosot.

Muhadjir mengatakan, tahun lalu pemerintah Malaysia berusaha mencegah orang-orang Indonesia pulang termasuk yang akan dideportasi.

"Mereka (Malaysia) juga masih memberikan bantuan sosial untuk buruh migran Indonesia yang kesulitan, tapi sekarang ini sebaliknya. Malaysia ekonominya juga semakin turun dan malah setengah diusir," kata Muhadjir.

Baca juga: Pemerintah Antisipasi Kepulangan Pekerja Migran ke Tanah Air Saat Lebaran di Masa Pandemi

"Bahkan deportan yang belum waktunya dikeluarkan sekarang mau dikeluarkan sejak dini yang jumlahnya juga puluhan ribu. Mereka adalah buruh ilegal kita," ucap dia.

Menurut Muhadjir, rencana kepulangan para pekerja migran itu juga menjadi pekerjaan tersendiri yang harus diselesaikan, di samping persoalan penanganan Covid-19 lainnya.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat membantu dari berbagai sektor untuk tetap dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di Tanah Air agar tidak meningkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X