Kompas.com - 29/03/2021, 10:05 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta kepala daerah tetap waspada untuk mencegah lonjakan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Oleh karena itu, Budi pun meminta agar kepala daerah memperketat mobilitas masyarakatnya.

"Jadi kalau saya boleh minta tolong kepada teman-teman kepala daerah, kita masih tetap waspada," kata Budi di acara survei Charta Politika, Minggu (28/3/2021).

"Kerja ini sudah luar biasa hebatnya, teman-teman di daerah sudah hebat sekali penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)-nya sudah jalan, vaksinasi kita alhamdulillah lancar dan tolong jangan disia-siakan, jangan sampai terjadi lonjakan lagi karena capek nanti kita," lanjut dia.

Budi menyampaikan hal tersebut menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di negara-negara Eropa, Amerika Selatan, beberapa negara Asia seperti Filipina, dan Papua Nugini.

Meskipun masih hipotesis mengapa lonjakan itu terjadi, kata dia, tetapi yang paling ilmiah dan dekat ke logika adalah karena varian baru virus persentasenya sudah cukup tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dampak Embargo Vaksin, Menkes: April, RI Hanya Punya 7 Juta Dosis

Sementara itu, kata dia, varian baru virus corona tersebut memiliki tingkat penularan yang cepat.

Bahkan, beberapa negara pun mengalami vaksinasi yang lambat sehingga tak mengherankan jika terjadi lonjakan.

Menurut Budi, dari semua negara Eropa, terdapat dua tipe yang kasus Covid-19-nya tidak naik lagi.

"Pertama, vaksinasi sudah tinggi sekitar 30-40 persen dari populasi; dan kedua, memang ketat mobilitasnya kali ini enggak terlalu parah seperti sebelumnya karena masih ketat mobilitasnya," kata dia.

Budi mencontohkan negara Inggris. Ia mengatakan, di negara tersebut mobilitas masih bergerak karena tingginya vaksinasi.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Beberapa Provinsi Masih Rendah

Dengan demikian, lonjakan kasusnya pun tidak setinggi Jerman, Perancis, dan lainnya.

"Dua kombinasi itu, terus terang dari vaksinasi, kita akan secepatnya. Kalau ada stok kita vaksinasi. Kedua, mobilitasnya disabar-sabarin dulu supaya jangan ada lonjakan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukcapil Sebut Masih Banyak Warga Usia 27-30 Tahun Belum Punya E-KTP

Dukcapil Sebut Masih Banyak Warga Usia 27-30 Tahun Belum Punya E-KTP

Nasional
[POPULER NASIONAL] Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan | Mengenang Salim Kancil

[POPULER NASIONAL] Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan | Mengenang Salim Kancil

Nasional
Robohnya Pohon Beringin di Jumat Kelabu

Robohnya Pohon Beringin di Jumat Kelabu

Nasional
Azis Syamsuddin Diduga Tak Hanya Terlibat dalam Satu Kasus, MAKI Dorong KPK Lakukan Pengembangan

Azis Syamsuddin Diduga Tak Hanya Terlibat dalam Satu Kasus, MAKI Dorong KPK Lakukan Pengembangan

Nasional
Hilangnya Demokratisasi Internal Dinilai Jadi Penyebab Banyak Kader Parpol Korupsi

Hilangnya Demokratisasi Internal Dinilai Jadi Penyebab Banyak Kader Parpol Korupsi

Nasional
LBH Sebut Terima 390 Aduan Tindakan Sewenang-wenang Aparat dalam Aksi #ReformasiDikorupsi 2019

LBH Sebut Terima 390 Aduan Tindakan Sewenang-wenang Aparat dalam Aksi #ReformasiDikorupsi 2019

Nasional
IDAI Sebut Tak Diikutsertakan Susun Persyaratan PTM dari Sisi Kesehatan

IDAI Sebut Tak Diikutsertakan Susun Persyaratan PTM dari Sisi Kesehatan

Nasional
Ketua IDAI: Kita Tak Mau Syarat Kesehatan untuk Pelaksanaan PTM Didiskon

Ketua IDAI: Kita Tak Mau Syarat Kesehatan untuk Pelaksanaan PTM Didiskon

Nasional
UPDATE: Sebaran 86 Kasus Covid-19 Meninggal di Indonesia, Tertinggi di Papua dengan 10 Kasus

UPDATE: Sebaran 86 Kasus Covid-19 Meninggal di Indonesia, Tertinggi di Papua dengan 10 Kasus

Nasional
UPDATE 26 September: 48,5 Juta Orang Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 26 September: 48,5 Juta Orang Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Tambah 217.084, Total 38.076.424 Spesimen Covid-19 Sudah Diperiksa

UPDATE: Tambah 217.084, Total 38.076.424 Spesimen Covid-19 Sudah Diperiksa

Nasional
UPDATE 26 September: Sebaran 1.760 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng

UPDATE 26 September: Sebaran 1.760 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng

Nasional
UPDATE 26 September: 42.769 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: 42.769 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 380.082 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 26 September: Ada 380.082 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 2.976 Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia

UPDATE 26 September: Tambah 2.976 Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.