Menag: Hampir 100 Persen Pesantren Sudah Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 07/08/2020, 19:05 WIB
Menag Fachrul Razi dalam webinar Kesiapan Menghadapi Era New Normal dari Perspektif Lintas Agama yang digelar oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Kementerian Agama, di Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2020. DOK. KOWANIMenag Fachrul Razi dalam webinar Kesiapan Menghadapi Era New Normal dari Perspektif Lintas Agama yang digelar oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Kementerian Agama, di Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, hampir 100 persen pesantren sudah kembali menggelar pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Menurut dia, pembelajaran tatap muka di pesantren tak mengacu pada zonasi. Namun, pada wilayah-wilayah yang tidak diperbolehkan pemerintah atau Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pembelajaran tak dilakukan secara tatap muka.

" Pesantren ya mungkin sudah hampir 100 persen semua untuk masuk kembali tanpa mempedulikan zona," kata Fachrul dalam sebuah forum virtual yang digelar Kemendikbud RI, Jumat (7/8/2020).

"Tapi dengan tadi kami garis bawahi, kecuali di tempat-tempat yang tidak dibenarkan oleh pemerintah daerah setempat atau gugus tugas setempat," tuturnya.

Fachrul mengatakan, sejak awal masa pandemi Covid-19, tak seluruh pesantren tutup dan memulangkan santri mereka ke rumah.

Baca juga: Menag: Covid-19 Klaster Santri Hanya Terjadi di 3 Pesantren

Banyak pesantren yang tetap menggelar kegiatan pembelajaran seperti biasa.

Hanya saja, diwajibkan bagi mereka untuk menjamin keamanan ustaz, guru, dan santri dari penularan virus melalui penerapan protokol kesehatan.

Belakangan, pesantren yang sempat memulangkan santrinya pun sudah menggelar pembelajaran tatap muka, sehingga para santri banyak yang sudah kembali.

"Banyak yang dari awal memang nggak tutup. Kedua, ada yang sebagian memulangkan (santri) tapi sebagian lagi tetap belajar seperti biasa, ada yang memulangkan penuh dan sekarang sudah kembali," ujar Fachrul.

Menurut Fachrul, mengontrol pengendalian virus di lingkungan pesantren lebih mudah dibandingkan di sekolah.

Baca juga: Kemenag: Baru 8.085 Pesantren Kembali Membuka Kegiatan Pembelajaran

Sebab, di pesantren, santri, ustaz maupun guru berada di lingkungan yang sama dalam waktu lama dan tidak keluar masuk setiap hari sebagaimana siswa dan guru di sekolah.

"Begitu santri masuk, ustaz-ustaz masuk, mereka nggak ke mana-mana lagi. Sehingga sudah betul-betul dia masuknya sehat, di dalam suasana sehat kemudian nggak boleh keluar lagi, protokol kesehatan diterapkan ya Alhdmulillah semua sehat," kata Fachrul.

Fachrul berharap, ke depan jajaran Kemenag di daerah dapat terus mengingatkan pentingnya protokol kesehatan di lingkungan pesantren serta melakukan pengawasan.

"Kami berusaha semaksimal mungkin mengaktifkan Kakanwil Agama, Kepala Kantor Agama Kabupaten/Kota, KUA dan penyuluh-penyuluh agama untuk aktif melakukan kegiatan ini. Dan kami juga berkoordinasi dengan induk-induk organisasi dari pesantren-pesantren itu, khususnya ormas-ormas Islam yang mengkoordinasi mereka," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSKH: Prolegnas Prioritas 2021 Utamakan Penanganan Pandemi dan Memperkuat Demokrasi

PSKH: Prolegnas Prioritas 2021 Utamakan Penanganan Pandemi dan Memperkuat Demokrasi

Nasional
KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

Nasional
Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Nasional
IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

Nasional
Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Nasional
Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Nasional
Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Nasional
Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Nasional
Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional
Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Nasional
Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Nasional
Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Nasional
Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Nasional
Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Nasional
Sudah 104 Tersangka Ditetapkan Terkait Kasus Penyebaran Hoaks Covid-19

Sudah 104 Tersangka Ditetapkan Terkait Kasus Penyebaran Hoaks Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X