Menag: Covid-19 Klaster Santri Hanya Terjadi di 3 Pesantren

Kompas.com - 07/08/2020, 18:22 WIB
Layar komputer menampilkan live streaming Menteri Agama Fahrur Rozi menyampaikan hasil Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijjah 1441 H dari Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah mengumumkan 1 Zulhijjah 1441 H jatuh pada hari Rabu, 22 Juli 2020 dan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1441 H jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARLayar komputer menampilkan live streaming Menteri Agama Fahrur Rozi menyampaikan hasil Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijjah 1441 H dari Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah mengumumkan 1 Zulhijjah 1441 H jatuh pada hari Rabu, 22 Juli 2020 dan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1441 H jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi menyebut, hingga saat ini, kasus Covid-19 di lingkungan santri hanya terjadi di 3 pesantren.

Jika dipersentasekan, angka tersebut tak sampai 1 persen dari jumlah total pesantren di Indonesia.

"Alhamdulillah sejauh ini boleh dikatakan yang baru kita tahu yang terkena menjadi klaster ya hanya 3 pesantren kalau tidak salah saya. Jadi kalau dihitung presentasenya hanya 0,000 sekian persen," kata Fachrul dalam sebuah forum virtual yang digelar Kemendikbud RI, Jumat (7/8/2020).

Menurut Fachrul, sejak Covid-19 menjadi pandemi, tak seluruh pesantren tutup dan memulangkan santrinya ke rumah.

Baca juga: Kemenag: Baru 8.085 Pesantren Kembali Membuka Kegiatan Pembelajaran

Banyak pesantren yang tetap menggelar kegiatan pembelajaran seperti biasa, utamanya di daerah yang dibolehkan pemerintah.

Hanya saja, diwajibkan bagi mereka untuk menjamin keamanan ustaz, guru, dan santri dari penularan virus melalui penerapan protokol kesehatan.

Hal inilah yang menurut Fachrul menyebabkan kecilnya angka penularan Covid-19 di lingkungan pesantren.

"Memang pada saat mulai terjadinya Covid pesantren itu ada sebagian yg tetap buka seperti biasa saja, tidak peduli zonanya apa," ujar Fachrul.

Baca juga: Fakta Klaster Pondok Pesantren Wonogiri, Berawal Seorang Pengasuh Pulang dari Demak hingga 35 Santri Positif Covid-19

"Ada yang sebagian memulangkan, belakangan kemudian mendatangkan kembali. Ada yang memulangkan semua, dan pelan-pelan kemudian mendatangkan kembali," tuturnya

Namun demikian, menurut Fachrul, mengontrol pengendalian virus di lingkungan pesantren lebih mudah dibandingkan di sekolah.

Sebab, di pesantren, santri, ustaz maupun guru berada di lingkungan yang sama dalam waktu lama dan tidak keluar masuk setiap hari sebagaimana siswa dan guru di sekolah.

"Begitu santri masuk, ustaz-ustaz masuk, mereka nggak ke mana-mana lagi. Sehingga sudah betul-betul dia masuknya sehat, di dalam suasana sehat kemudian nggak boleh keluar lagi, protokol kesehatan diterapkan ya Alhdmulillah semua sehat," kata Fachrul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Nasional
UPDATE 26 Februari: Ada 75.822 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 26 Februari: Ada 75.822 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Bonus Demografi Berpeluang Tingkatkan Perekonomian Nasional, Asal ...

Bonus Demografi Berpeluang Tingkatkan Perekonomian Nasional, Asal ...

BrandzView
Satgas Sebut 80.000 Duta Perubahan Perilaku Akan Bantu PPKM Mikro

Satgas Sebut 80.000 Duta Perubahan Perilaku Akan Bantu PPKM Mikro

Nasional
UPDATE 26 Februari: 63.827 Spesimen Diperiksa dalam Sehari Terkait Covid-19

UPDATE 26 Februari: 63.827 Spesimen Diperiksa dalam Sehari Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 26 Februari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 158.408

UPDATE 26 Februari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 158.408

Nasional
UPDATE 26 Februari: Tambah 7.261, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 1.128.672

UPDATE 26 Februari: Tambah 7.261, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 1.128.672

Nasional
UPDATE 26 Februari: Tambah 268 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 35.786

UPDATE 26 Februari: Tambah 268 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 35.786

Nasional
UPDATE: Bertambah 8.232, Indonesia Kini Catat 1.322.866 Kasus Covid-19

UPDATE: Bertambah 8.232, Indonesia Kini Catat 1.322.866 Kasus Covid-19

Nasional
Menko PMK Harap Vaksinasi Covid-19 untuk Atlet Aktifkan Kegiatan Olahraga

Menko PMK Harap Vaksinasi Covid-19 untuk Atlet Aktifkan Kegiatan Olahraga

Nasional
Pengamat: Tantangan Gibran, Mengulang 'Success Story' Jokowi

Pengamat: Tantangan Gibran, Mengulang "Success Story" Jokowi

Nasional
KPK Panggil 3 Saksi Terkait Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai di Bintan

KPK Panggil 3 Saksi Terkait Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai di Bintan

Nasional
'Belum Semua Tenaga Kesehatan Divaksin, Sekarang Diberikan ke Tahanan KPK'

"Belum Semua Tenaga Kesehatan Divaksin, Sekarang Diberikan ke Tahanan KPK"

Nasional
Satgas Covid-19 Ingatkan Pentingnya Peran Komunitas Masyarakat dalam Akhiri Pandemi

Satgas Covid-19 Ingatkan Pentingnya Peran Komunitas Masyarakat dalam Akhiri Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X