Kalla Sebut Dosa Besar jika Langgar Aturan lalu Tularkan Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 20:20 WIB
Jusuf Kalla Mengunjungi Kantor PMI di Jakarta Utara, pada Rabu (11/12/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIJusuf Kalla Mengunjungi Kantor PMI di Jakarta Utara, pada Rabu (11/12/2019)
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menilai seseorang melakukan dosa besar jika tidak menaati protokol kesehatan saat pandemi, kemudian menularkan Covid-19 ke masyarakat.

Mantan wakil presiden ini mengatakan virus corona memang mematikan sehingga masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tetap beraktivitas di rumah.

Baca juga: Persib Salurkan Sumbangan Alat Medis Guna Penanganan Covid-19 di Kota Bandung

"Jangan lupa risiko ini risiko pribadi dan masyarakat. Apabila Anda tidak teliti, Anda kena diri sendiri," ujar Kalla melalui video conference, Rabu (20/5/2020).

"Apabila kena diri sendiri Anda kena keluarga Anda. Anda kena ke masyarakat. Anda punya dosa besar dalam situasi ini. Baik yang menerima sebaran itu, baik yang menularkan sebaran itu," lanjut Kalla.

Untuk itu, ia meminta masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ia mengatakan virus corona tak mengenal jabatan, kedudukan sosial, dan atribut sosial lainnya ketika menginfeksi seseorang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tekan Klaster Covid-19 dari Pasar Tradisional, Jatim Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Kalla mengatakan virus corona akan menginfeksi mereka yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tiap hari juga banyak yang melanggarnya (protokol kesehatan). Karena itu maka virus ini tidak akan berhenti apabila banyak orang melanggar aturan-aturan," lanjut Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud: Selalu Ada Kritik Bansos Dikorupsi, Itu Musibah Sudah Diproses Hukum

Mahfud: Selalu Ada Kritik Bansos Dikorupsi, Itu Musibah Sudah Diproses Hukum

Nasional
Percepat Capaian Vaksinasi Covid-19, Anggota TNI-Polri dan BIN Dilatih Jadi Vaksinator

Percepat Capaian Vaksinasi Covid-19, Anggota TNI-Polri dan BIN Dilatih Jadi Vaksinator

Nasional
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Nasional
Airlangga: Pelacakan Covid-19 Sistem Digital Segera Diberlakukan

Airlangga: Pelacakan Covid-19 Sistem Digital Segera Diberlakukan

Nasional
Jokowi Diusulkan Undang Para Mantan Presiden untuk Beri Masukan Penanganan Covid-19

Jokowi Diusulkan Undang Para Mantan Presiden untuk Beri Masukan Penanganan Covid-19

Nasional
BIN Pastikan Selidiki Peretasan Laman Setkab dan Bakal Proses Hukum Pelaku

BIN Pastikan Selidiki Peretasan Laman Setkab dan Bakal Proses Hukum Pelaku

Nasional
Stafsus Mensesneg: Tak Ada Negara Bisa Bebas dari Pandemi Sendirian

Stafsus Mensesneg: Tak Ada Negara Bisa Bebas dari Pandemi Sendirian

Nasional
Politisi Gerindra Sebut Kerja DPR Semakin Dekat dengan Rakyat

Politisi Gerindra Sebut Kerja DPR Semakin Dekat dengan Rakyat

Nasional
 Ketua DPR Disebut Minta Sekjen Batalkan Rencana Fasilitas Isoman di Hotel

Ketua DPR Disebut Minta Sekjen Batalkan Rencana Fasilitas Isoman di Hotel

Nasional
Pemerintah Diminta Hindari Gesekan Politik yang Tak Perlu Selama Pandemi Covid-19

Pemerintah Diminta Hindari Gesekan Politik yang Tak Perlu Selama Pandemi Covid-19

Nasional
Komisi VIII: Akar Persoalan Penyelewengan Bansos adalah Data Bermasalah

Komisi VIII: Akar Persoalan Penyelewengan Bansos adalah Data Bermasalah

Nasional
Memaknai Gaya Marah-marah Menteri Risma

Memaknai Gaya Marah-marah Menteri Risma

Nasional
Website Sekretariat Kabinet Diretas, Polri hingga BIN Turun Tangan

Website Sekretariat Kabinet Diretas, Polri hingga BIN Turun Tangan

Nasional
Begini Cara Daftar Upacara Virtual HUT ke-76 RI Bersama Jokowi, Tersedia 40.000 Kuota

Begini Cara Daftar Upacara Virtual HUT ke-76 RI Bersama Jokowi, Tersedia 40.000 Kuota

Nasional
Terjadi Lonjakan Kasus di Sumatera, Ketua DPD Minta Pemprov Segera Antisipasi Penyebaran Covid-19

Terjadi Lonjakan Kasus di Sumatera, Ketua DPD Minta Pemprov Segera Antisipasi Penyebaran Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X