Menurut Psikolog, Keinginan Remaja Menikah Sering karena Terjebak Romantisme

Kompas.com - 20/05/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi cincin kawin dan mahar. SHUTTERSTOCK/STANI GIlustrasi cincin kawin dan mahar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Psikolog Keluarga Alissa Wahid mengatakan, keinginan anak usia remaja untuk menikah seringkali disebabkan oleh romantisme perkawinan.

"Ternyata untuk anak-anak muda kenapa mau kawin secepatnya, karena mereka terjebak romantisme perkawinan," kata Alissa dalam media briefing, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: KPAI: Dominasi Finansial dan Relasi Kuasa Jadi Penyebab Perkawinan Anak

Menurut Alissa, romantisme itu juga muncul di kalangan remaja dengan lingkungan pendidikan yang baik.

Faktornya, banyak remaja yang mengira perkawinan itu cukup dengan mengandalkan perasaan cinta.

Hal itu terjadi karena remaja belum memiliki pemahaman yang cukup terkait kehidupan perkawinan.

"Makanya dipikirnya, perkawinan sama dengan foto resepsi perkawinan. Dikiranya ya seperti itu, frozen di foto," kata dia.

Baca juga: Kemen PPPA: Angka Perkawinan Anak Pengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia

Padahal, kata Alissa, hubungan sebuah pasangan akan langgeng apabila memiliki tiga hal, yakni komitmen, kedekatan emosi, dan gairah.

Ia mengatakan, dalam sebuah hubungan, ada tahap perkembangan yang membawa tantangan berbeda-beda.

Apalagi, jika seseorang belum memahami bagaimana ia menjalani kehidupannya.

"Perkawinan bukan hanya soal menyalurkan hawa nafsu, perkawinan adalah komitmen di hadapan Tuhan, tidak untuk diremehkan," kata dia.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X