Kompas.com - 09/05/2020, 12:51 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berada di  pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (24/4/2020). KBRI Colombo merepatriasi 335 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/ZABUR KARURUSejumlah warga negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (24/4/2020). KBRI Colombo merepatriasi 335 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani mengatakan, pihaknya mewaspadai kepulangan pekerja migran di tengah pandemi Covid-19 pada bulan Mei-Juni.

Ada sekitar 34.300 pekerja migran yang diperkirakan kembali karena kontrak kerja sudah habis.

"Nanti yang harus kita waspadai bulan Mei-Juni ada pergerakan angka dinamis kurang lebih 34.300 PMI yang akan kembali ke tanah air karena berakhir kontrak kerja dengan pengguna mereka," ujar Benny dalam sebuah diskusi, Sabtu, (9/5/2020).

Baca juga: 89.000 Pekerja Migran Pulang, Jokowi: Jangan Sampai Muncul Covid-19 Gelombang Dua

Benny memastikan, BP2MI sudah memiliki protokol khusus menjemput kepulangan pekerja migran di tengah pandemi corona.

BP2MI menggandakan petugas hingga 150 orang untuk ditempatkan di berbagai titik embarkasi.

Para pekerja migran yang baru pulang ini akan menjalani rapid test.

"Jika mereka dalam tes rapid positif, gugus tugas menangani dan mereka masuk wisma atlet, kalau negatif mereka kemudian masuk tahap selanjutnya pemeriksaan imigrasi, lolos imigrasi BP2MI menangani mereka," kata Benny.

Baca juga: Dampak Covid-19, Sebanyak 38.000 Pekerja Migran Diprediksi Akan Pulang ke Indonesia

Para pekerja migran yang lolos rapid test nantinya akan diawasi oleh BP2MI di kampung halaman masing-masing.

BP2MI akan bekerja sama dengan pemerintah desa memantau kondisi para pekerja migran ini untuk mencegah penyebaran corona.

"Kita sarankan 14 hari isolasi mandiri kemudian kesehatan, mereka kita pantau kita beri nomor hotline untuk melaporkan kondisi kesehatan mereka," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X