Obituari Bob Hasan, Raja Hutan di Era Orde Baru hingga Nadi Atletik Indonesia

Kompas.com - 31/03/2020, 13:40 WIB
Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan saat acara Konferensi Pers Pemberian Bonus Umroh Bagi Atlet Atletik Peraih Medali Asian Games 2018 di Pelatnas PB PASI, Jakarta pada Kamis (13/9/2018). -Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan saat acara Konferensi Pers Pemberian Bonus Umroh Bagi Atlet Atletik Peraih Medali Asian Games 2018 di Pelatnas PB PASI, Jakarta pada Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha ternama Mohammad Hasan atau yang lebih dikenal dengan nama Bob Hasan meninggal dunia pada Selasa (31/3/2020) pukul 11.00 WIB.

Bob Hasan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Pria kelahiran Semarang, Februari 1931 silam itu meninggal akibat serangan kanker yang menjalar ke beberapa bagian tubuh.

Selama ini, Bob Hasan tidak hanya dikenal sebagai pengusaha hutan. Dia juga dikenal sebagai seorang menteri di era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto,

Baca juga: Bob Hasan Meninggal di RSPAD akibat Kanker

Di bidang olahraga, Bob Hasan juga punya nama. Sebab, sudah puluhan tahun Bob Hasan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

Berikut profil singkatnya:

1. Raja Hutan Indonesia

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pengusaha di bidang perkayuan. Ia menjadi sederet pengusaha beken sekaligus orang deket Presiden Soeharto di masa Orde Baru.

Kesuksesannya sebagai pebisnis di bidang perkayuan membuatnya dijuluki sebagai Raja Hutan Indonesia.

Baca juga: Pengusaha Bob Hasan Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto

2. Menteri Perindustrian dan Perdagangan

Pria dengan nama lahir The Kiang Seng pernah mengemban jabatan Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Kabinet Pembangunan VII.

Penunjukan tersebut menjadikannya sebagai pria etnis Tionghoa pertama yang berhasil menduduki posisi menteri di era Orde Baru.

Saat mengemban jabatan tersebut, Bob Hasan pernah dijebloskan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, akibat tersandung kasus korupsi atas pembakaran hutan di Sumatera.

Pengadilan menyebutkan bahwa dia terbukti telah merugikan negara sebesar US$ 244 juta dan didenda Rp 50 miliar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X