RS Darurat Pulau Galang Akan Tangani TKI Malaysia Positif Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 14:56 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, progres konstruksi fasilitas observasi dan isolasi di Pulu Galang, Batam mencapai 78 persen. 
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, progres konstruksi fasilitas observasi dan isolasi di Pulu Galang, Batam mencapai 78 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengungkapkan, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Pulau Galang, Kepulauan Riau, akan menangani TKI Malaysia yang positif virus corona.

Rencana tersebut menyusul akan dioperasikannya rumah sakit dadakan tersebut pada Senin (30/3/2020).

"Pulau Galang hari Senin (30/3/020) akan dioperasionalkan, khususnya untuk menampung pasien TKI dari Malaysia," ujar Yudo, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Molor 2 Hari, RS Corona di Pulau Galang Akan Beroperasi 30 Maret 2020

Yudo mengatakan, diprediksi terdapat ribuan TKI yang mulai dipulangkan dari Negeri Jiran pada awal pekan depan.

Nantinya, ketika mereka sudah tiba, para TKI tersebut akan dipusatkan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Hal itu dilakukan untuk pendataan sekaligus mengecek kondisi kesehatan TKI.

"Jumlahnya ribuan, tapi akan di check dulu dengan thermal gun dan rapid test yang dinyatakan positif akan dirawat di RSD Pulau Galang," katanya.

Baca juga: Panglima TNI: Pembangunan RS Khusus Covid-19 Pulau Galang Capai 78 Persen

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan pembangunan Rumah Sakit khusus Covid-19 Pulau Galang, Kepulauan Riau, mencapai 78 persen.

Hal tersebut diungkapkannya usai meninjau RS Darurat Covid-19 Pulau Galang bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Rabu (25/03/2020).

“Sampai saat ini pembangunan Rumah Sakit sudah mencapai 78 persen," ujar Panglima dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: UPDATE: Selasa Sore, Fasilitas Isolasi di Pulau Galang Capai 85 Persen

Dia menjelaskan, rumah sakit tersebut bakal memiliki ruang observasi sebanyak 340 ruangan dan ruang isolasi sebanyak 20 ruangan.

Selain itu, dalam waktu dekat juga alat kesehatan untuk rumah sakit itu akan didatangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules.

Adapun pembangunan fasilitas rumah sakit tersebut dibagi menjadi tiga zonasi.

Antara lain Zona A meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Baca juga: Sejarah Pulau Galang di Batam, Eks Tempat Pengungsian Vietnam

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, central gas medik, instalasi jenazah, landasan helikopter, dan zona utilitas.

Terakhir Zona C yang disiapkan untuk pembangunan tahap berikutnya dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Dia mengungkapkan keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau.

Diketahui, rumah sakit tersebut mulai dibangun pada 8 Maret 2020 yang ditargetkan akan selesai pada 28 Maret 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X