Istana Bantah Dugaan Pemerintah Sembunyikan Kasus Penularan Virus Corona di Indonesia

Kompas.com - 02/03/2020, 13:49 WIB
Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani di Jakarta, Kamis (17/3/2016) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRADeputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani di Jakarta, Kamis (17/3/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani membantah anggapan bahwa pemerintah sengaja menyembunyikan kasus penularan virus corona di Indonesia.

"Tidak sama sekali, tidak pernah bermaksud menyembunyikan apa-apa," ujar Jaleswari saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: Jokowi Umumkan Dua Orang di Indonesia Positif Corona

 

Pasalnya, beberapa negara sempat mempertanyakan status virus corona di Indonesia. Bahkan, memasukan Indonesia dalam daftar negara yang patut diwaspadai.

Melansir dari The Sidney Herald, negara-negara tetangga termasuk Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia semuanya memiliki populasi yang jumlahnya lebih kecil dari Indonesia dan setidaknya telah melakukan sepuluh kali lebih banyak tes.

Terkait dengan kasus Indonesia yang nol kasus, Perdana Menteri Australia Scott Morisson memberikan komentarnya. Morrison mengatakan kepada stasiun radio 3AW bahwa klaim nol infeksi di Indonesia adalah akibat dari ketidakmampuan Indonesia untuk menguji virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemerintah Diminta Jawab Keraguan Internasional soal Penanganan Virus Corona

Menurut Jaleswari, kepastian informasi tentang adanya warga yang tertular virus corona terkait proses pemeriksaan terhadap spesimen-spesimen (sampel) kasus yang ada. 

Ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya warga yang tertular, artinya pemerintah sudah transparan.

"Dengan Presiden mengumumkan kan sebetulnya kita transparan soal ini. Dan artinya masyarakat harus bersatu tidak boleh panik dan kita menghadapi bersama-sama soal isu corona ini," tutur dia.

Ia juga membantah adanya anggapan pengumuman oleh Presiden bersifat mendadak.

"Saya rasa ini bukan mendadak. Tapi Menteri Kesehatan dan seluruh stakeholder di pemerintahan juga sudah mengantisipasi ini," tambahnya.

Baca juga: Dua WNI yang Positif Virus Corona Tinggal di Depok

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Kita Masih Pertimbangkan Kapan Mendorong Mobilitas Masyarakat

Airlangga: Kita Masih Pertimbangkan Kapan Mendorong Mobilitas Masyarakat

Nasional
UPDATE 5 Agustus: Sebaran 35.764 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

UPDATE 5 Agustus: Sebaran 35.764 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

Nasional
Perekonomian Tumbuh 7,07 Persen, Pimpinan Komisi XI: Kita Terlepas dari Resesi

Perekonomian Tumbuh 7,07 Persen, Pimpinan Komisi XI: Kita Terlepas dari Resesi

Nasional
KPK Eksekusi Eks Bupati Lampung Tengah ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Eks Bupati Lampung Tengah ke Lapas Sukamiskin

Nasional
UPDATE 5 Agustus: Ada 518.310 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 5 Agustus: Ada 518.310 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Begini Cara Ikut Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat yang Belum Punya NIK...

Begini Cara Ikut Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat yang Belum Punya NIK...

Nasional
UPDATE 5 Agustus: 172.063 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 5 Agustus: 172.063 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 5 Agustus: 248.556 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 46,95 Persen

UPDATE 5 Agustus: 248.556 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 46,95 Persen

Nasional
UPDATE: Tambah 1.739, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini Capai 102.375

UPDATE: Tambah 1.739, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini Capai 102.375

Nasional
UPDATE 5 Agustus: Tambah 39.726, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 2.947.646

UPDATE 5 Agustus: Tambah 39.726, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 2.947.646

Nasional
UPDATE: Tambah 35.764 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.568.331

UPDATE: Tambah 35.764 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.568.331

Nasional
Satgas Ingatkan Pentingnya Pengawasan Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri

Satgas Ingatkan Pentingnya Pengawasan Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 di Kaltim Tinggi, Satgas Singgung Soal Isolasi Mandiri

Kasus Aktif Covid-19 di Kaltim Tinggi, Satgas Singgung Soal Isolasi Mandiri

Nasional
Wagub Klaim DKI Jakarta Siap Implementasikan UU Cipta Kerja

Wagub Klaim DKI Jakarta Siap Implementasikan UU Cipta Kerja

Nasional
Tak Hanya Jokowi, Prabowo Juga Pernah Singgung Rp 11.000 Triliun Aset WNI Tersimpan di Luar Negeri

Tak Hanya Jokowi, Prabowo Juga Pernah Singgung Rp 11.000 Triliun Aset WNI Tersimpan di Luar Negeri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X