Kisah Tony Wen, Kepercayaan Soekarno yang Selundupkan Candu demi Negara

Kompas.com - 18/01/2020, 22:10 WIB
Foto tanpa tahun ini memperlihatkna Ketua PERBASI Tony Wen (dua dari kiri) mendampingi Presiden Sukarno di tengah-tengah para pemain The Harlem Globetrotters setelah selesai pertandingan bola basket yang diadakan di Gedung Olah Raga Jakarta. USIS PhotoFoto tanpa tahun ini memperlihatkna Ketua PERBASI Tony Wen (dua dari kiri) mendampingi Presiden Sukarno di tengah-tengah para pemain The Harlem Globetrotters setelah selesai pertandingan bola basket yang diadakan di Gedung Olah Raga Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tony Wen merupakan tokoh penting dalam perjuangan Indonesia melawan pemerintahan Belanda tahun 1945-1949.

Tony Wen atau Boen Kim To lahir di Sungai Liat, Bangka tahun 1911. Dia merupakan seorang guru olahraga di Sekolah Pa Hoa di Jakarta.

Tony pernah menyelundupkan candu untuk membantu keuangan negara. 

Dikutip dari buku Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran yang ditulis wartawan Kompas, Iwan Santosa, Tony Wen adalah tokoh penting dan kepercayaan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

Keponakan Tony Wen, Amung Chandra Chen menceritakan kedekatan Tony dengan Soekarno.

Baca juga: Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Ketika itu, Soekarno ditahan Pemerintah Belanda di Bukti Menumbing, Muntok, Bangka. Amung dan Ayahnya diminta Tony untuk membantu melayani keperluan Soekarno.

"Dari urusan kiriman uang, baju, hingga cabut gigi Bung Karno dilayani ayah saya atas perintah Tony Wen yang saat itu tidak ikut ditangkap Belanda dan sedang bergerilya di luar Indonesia," ujar Amung mengenang.

Penyeludupan Candu ke Singapura

Tony memiliki peran dalam membiayai jaringan perjuangan Republik Indonesia di luar negeri yang dipimpin misi diplomatik Ali Sastroamidjojo dan Lambertus Nicolas Palar.

Sam Setyautama dalam buku Empat Puluh Tahun Indonesia Merdeka menjelaskan, awalnya Kabinet Mohammad Hatta menyetujui gagasan Menteri Keuangan A.A. Maramis untuk menjual candu ke luar negeri guna membantu perekonomian Indonesia saat itu.

Mukarto Notowidagdo ditunjuk sebagai koordinator tim operasi candu. Sementara Tony Wen menjadi pelaksana dalam tim tersebut, pengawas dijabat Soebeno Sosrosepoetro, dan dibantu Karkono Komajaya.

Tony sebagai pemimpin operasi menghubungi temannya Lie Kwet Tjien yang memiliki jaringan pedagang candu di Singapura.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X