Wapres Minta Rumah Ibadah Dijadikan Tempat Penampungan Korban Banjir

Kompas.com - 02/01/2020, 21:10 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (26/12/2019) KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMWakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (26/12/2019)
|
Editor Khairina

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh masyarakat bergotong royong membantu korban banjir di Jabodetabek tanpa membedakan latar belakang apapun.

Karenanya, Wapres meminta para umat beragama bisa menjadikan rumah ibadah mereka sebagai tempat penampungan sementara bagi korban banjir agar mereka bisa beristirahat.

"Diharapkan agar masyarakat di Jabodetabek juga sigap bergotong-royong membantu nasib para korban yang terkena bencana," kata Wapres sebagaimana disampaikan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi melalui keterangan tertulis, Kamis (2/1/2020).

"Tempat- tempat ibadah seperti masjid, gereja atau lainnya di daerah Jabodetabek bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk menolong para korban bencana tersebut," lanjut Wapres.

Baca juga: Banjir Mulai Surut, Tersisa Dua Titik Pengungsian di Kelapa Gading

Wapres menambahkan, program antisipasi bencana sudah ditempuh dari hulu maupun hilir melalui pembuatan waduk di Ciawi dan Sukamahi. Keduanya ditargetkan selesai akhir 2020.

Begitu pula dengan normalisasi sungai, reboisasi di hulu, dan sebagainya juga terus dilakukan pemerintah.

Wapres juga menyatakan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah salam menangani masalah banjir sebab harus ditangani secara komprehensif.

Wapres pun meminta pemerintah daerah sigap menangani permasalahan banjir selaku garda terdepan.

Nantinya, pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi yang komprehensif.

"Pemerintah mengingatkan kepada aparat pemda yang wilayahnya termasuk menjadi bagian dari daerah rawan bencana hidrometeorologi agar sigap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan terjadinya bencana," papar Ma'ruf melalui Masduki.

Baca juga: Sejumlah Titik Banjir di Kota Tangerang Mulai Surut

"Data BNPB, terdapat sebanyak 274 kabupaten dan kota masuk area bahaya sedang-tinggi longsor. Jumlah warga yang berpotensi terpapar 40,9 juta jiwa," lanjut Wapres.

Hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 16 orang meninggal dunia akibat banjir.

“Saat ini BNPB masih terus melakukan pendataan dari berbagai sumber dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2020).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X