Hapus UN, Kemendikbud Ingin Ciptakan Suasana Bahagia di Sekolah

Kompas.com - 14/12/2019, 16:55 WIB
Seorang siswa menguap saat mengikuti upacara penyambuatan peserta didik baru pada hari pertama masuk sekolah di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020 itu dilaksanakan secara serentak di Indonesia. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARSeorang siswa menguap saat mengikuti upacara penyambuatan peserta didik baru pada hari pertama masuk sekolah di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020 itu dilaksanakan secara serentak di Indonesia.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim disebut ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membahagiakan di sekolah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana mengatakan, hal itu merupakan salah satu pertimbangan dihapusnya ujian nasional yang tercantum dalam program Merdeka Belajar.

"Pak Nadiem atau kami dari Kemendikbud ingin menciptakan suasana belajar di sekolah yang happy," kata Erlangga dalam diskusi bertajuk "Merdeka Belajar Merdeka UN" di kawasan Menteng, Sabtu (14/12/2019).

"Makanya tag-nya adalah Merdeka Belajar bahwa pendidikan itu harus menciptakan suasana yang membahagiakan," ujar Erlangga.


Baca juga: Saat Nadiem Wacanakan Ganti Sistem Ujian Nasional...

Erlangga mengakui, selama ini UN telah menjadi momok bagi murid sekolah. Akibatnya, tidak sedikit murid hingga orangtua murid yang stres saat menghadapi UN.

Dia menambahkan, Kemendikbud juga kerap menerima keluhan terkait suasana belajar yang dinilai tidak menyenangkan karena para murid tertekan untuk mendapat skor tinggi.

"Akhirnya yang berjamuran kan lembaga-lembaga bimbingan belajar. Lalu kemudian siapa yang paling untung? Tentu bukan siswanya tapi berbagai macam pihak yang memang bisa melihat ada potensi ini," kata Erlangga.

Diberitakan sebelumnya, Kemendikbud telah menetapkan 4 pokok kebijakan bidang pendidikan nasional melalui program "Merdeka Belajar".

Baca juga: Nadiem Makarim Tetapkan Program Merdeka Belajar, Salah Satunya Hapus UN

Salah satu kebijakannya adalah menghapus sitem Ujian Nasional mulai 2021 mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, UN tahun 2020 akan menjadi UN terakhir.

"Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," ujar Nadiem.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11) sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X