Tim Advokasi: Bukan Dipulihkan, Novel Baswedan Justru Kembali Jadi Korban

Kompas.com - 17/11/2019, 12:25 WIB
Korban penyerangan air keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan kepada wartawan terkait hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Dalam tanggapannya Novel mengatakan hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku kasus penyerangan air keras terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaKorban penyerangan air keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan kepada wartawan terkait hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Dalam tanggapannya Novel mengatakan hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku kasus penyerangan air keras terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota tim advokasi penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan, Saleh Alghifari menilai, laporan yang ditujukan kepada Novel seakan membuatnya kembali menjadi korban.

Alih-alih mendapatkan keadilan atas kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu, Novel justru dilaporkan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung atas dugaan rekayasa kasus penyerangan.

"Mas Novel sebagai korban berhak mendapatkan keadilan. Berhak untuk haknya dipulihkan menjadi sehat lagi seperti sedia kala," kata Ghifar kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

Hingga kini, kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tak kunjung terungkap. Pelaku penyerangan pun masih bebas berkeliaran menghirup udara segar.


Baca juga: Kuasa Hukum Novel Baswedan Akan Laporkan Politikus PDI-P ke Polisi

Sebaliknya, Novel justru dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dewi atas dugaan rekayasa kasus penyerangan.

"Sekarang jangankan untuk mendapatkan pelakunya diungkap, justru disalahkan lagi dengan dilaporkannya dia, 'revictimisasi' lagi menurut kita, menjadikan Mas Novel ini korban lagi," kata Ghifar.

"Bukannya mengungkap pelaku tapi justru orang-orang seperti DT (Dewi Tanjung) ini justru menjadikannya korban lagi," ujar dia.

Rencananya, anggota tim advokasi Novel Baswedan akan melaporkan Dewi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Minggu siang.

Ghifar menilai, langkah yang telah dilakukan Dewi sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

"Ini ada hal yang terlalu ngaco juga ya. Peristiwa yang melaporkan itu, semua orang juga tahu kalau itu (kasus Novel) adalah fakta. Tapi kemudian di-spin dengan laporan Dewi yang dibilang hoaks," ucap Ghifar.

"Kami menganggap, ini bukan lagi gugatan biasa, itu sudah pidana (karena) itu bikin laporan palsu," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X