Presiden PKS Tak Khawatir Kadernya Pindah ke Partai Gelora

Kompas.com - 15/11/2019, 20:22 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman saat ditemui di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPresiden PKS Sohibul Iman saat ditemui di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman tak khawatir kadernya akan berpindah ke Partai Gelombang Rakyat ( Gelora) besutan Fahri Hamzah dan Anis Matta.

Kedua pelopor partai tersebut pernah menjadi petinggi PKS.

Baca juga: Deddy Mizwar Memilih Partai Gelora Dibandingkan Demokrat, Kenapa?

Sohibul mengaku dirinya tidak akan mengimbau para kader agar tidak keluar dari PKS kemudian pindah ke Partai Gelora.


"Enggak, Kita enggak akan melakukan itu, kami percaya kader PKS sudah paham dan dewasa. Itu bukan sebuah hal yang besarlah buat kami, itu hak warga negara itu saja," ujar Sohibul saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

"Kami sih enggak ada apa istilahnya itu, mengkhawatirkan, enggak ada itu," ucap dia.

Sohibul berpandangan bahwa wajar jika ada partai baru yang berusaha menggaet kader dan memperoleh suara.

Baca juga: Partai Gelora dan Rencana Panjang Fahri Hamzah...

Dalam politik, kata Sohibul, hal itu merupakan salah satu dinamika yang tak perlu dipersoalkan.

"Ya kalau ada partai pasti dia kan cari suara, ya tentu ada, ke semua partai yang existing kan ada pengaruhnya, tetapi kan enggak da masalah, dalam politik dinamika saja," ucap Sohibul.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X