Kompas.com - 28/10/2019, 19:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto menegaskan, peluang Gibran Rakabuming Raka untuk maju dalam pemilihan wali kota Solo 2020 masih terbuka.

"Masih terbuka. Sejak awal kami tegaskan bahwa ada tiga pintu, DPC, DPD, dan DPP (untuk jadi calon wali kota Solo)," ujar Hasto saat ditemui di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

"Kami juga sudah jelaskan hal ini ketika Gibran bertemu Bu Megawati bahwa masih bisa mendaftar di pintu DPD maupun DPP," lanjut dia.

Baca juga: Puan Maharani Sebut Peluang Gibran Calon Wali Kota Solo Masih Terbuka

Hasto juga menegaskan, dalam tahapan pilkada, PDI-P tidak hanya menerima pendaftaran dari pihak bakal calon.

Pihaknya juga melakukan pemetaan guna melihat respons masyarakat terkait calon pemimpin yang dibutuhkan.

"Jadi, ada yang prosesnya aktif, calon yang mendaftar, tapi ada juga DPP yang proaktif melakukan pemetaan politik. Salah satunya lewat strategi jemput bola untuk melihat sosok pemimpin yang layak kami berikan dukungan," lanjut dia.

Diketahui, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, ikut bersaing memperebutkan kursi wali kota Solo.

Keseriusan ini ditunjukkannya dengan kunjungannya ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Kamis (24/10/2019), setelah upayanya untuk mencalonkan diri mendapat halangan di tingkat daerah.

Baca juga: Klaim Maju Pilkada Solo Tanpa Bantuan Ayahnya, Pengamat: Jokowi yang Memudahkan Jalan Gibran

Alasannya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Solo sudah memiliki calon sendiri, yaitu pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Keduanya adalah politikus senior di wilayah itu.

Namun demikian, Gibran menemui Megawati Sukarnoputri yang dinilai sebagai upaya untuk mendapatkan restu alias tiket dari DPP PDI-P agar dapat maju ke Pilwakot Solo, 2020.

"Saya sampaikan keadaan di Solo seperti apa. Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju (Pilwakot Solo)," kata Gibran kepada media usai menemui Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). 

 

Kompas TV Menko Polhukam Mahfud MD mengaku telah mengajukan permohonan nonaktif dari Parampara Praja Daerah Istimewa Yogyakarta. Mahfud MD sebelumnya menjabat sebagai Ketua Parampara Praja DIY periode 2016-2021. Parampara Praja adalah lembaga nonstruktural yang bertugas memberikan pertimbangan saran dan pendapat kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. #MahfudMD #ParamparaDIY #Yogyakarta
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.