Periksa Istri Imam Nahrawi, KPK Dalami Hubungan Imam dan Miftahul Ulum

Kompas.com - 24/10/2019, 22:25 WIB
Istri eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, setelah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DIstri eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, setelah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami hubungan antara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hubungan antara Imam dan Ulum itu merupakan materi pemeriksaan terhadap istri Imam, Shobibah Rohmah, Kamis (24/10/2019).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka Ulum, jadi ini untuk asisten menpora. Yang kami dalami tentu terkait apa yang diketahui saksi tentang tersangka dan hubungan tersangka dengan menpora," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis malam.

Febri menuturkan, penyidik mendalami hubungan Imam dan Ulum karena meyakini kasus suap terkait dana hibah Kemenpora dilakukan keduanya secara bersama-sama.


Baca juga: 5 Jam Diperiksa KPK, Istri Imam Nahrawi Minta Doa

Menurut dia, pemeriksaan terhadap istri Imam tak berarti penyidik menduga adanya aliran dana suap terkair dana hibah Kemenpora yang mengalir ke keluarga Imam.

"Fokus kami saat ini adalah mendalami pengetahuan dari saksi terkait interaksi tersangka ulum dengan menpora pada saat itu, karena sejumlah dugaan penerimaan oleh menpora tidak bisa dilepaskan dari peran tersangka Ulum," ujar Febri.

KPK menetapkan Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga," kata Wakil Ketua KPK Alexander Mareata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018.

Baca juga: Kamis Ini, KPK Panggil Istri Eks Menpora Imam Nahrawi

Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018," ujar Alex.

KPK juga mendalami dugaan suap terkait kewenangan-kewenangan lain dan posisi-posisi lain dari Imam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X