5 Jam Diperiksa KPK, Istri Imam Nahrawi Minta Doa

Kompas.com - 24/10/2019, 19:48 WIB
Istri eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, setelah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DIstri eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, setelah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Istri eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, telah selesai diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019).

Shobibah diperiksa sekitar lima jam sejak 13.30 WIB. Ia terlihat keluar dari Gedung KPK sekira pukul 18.30 WIB. Saat dicecar wartawan, Shobibah tak mau berbicara banyak.

"Saya saksinya Pak Miftahul Ulum bukan saksinya bapak. (Yang ditanyakan) enggak ada, mohon maaf ya, makasih ya. Mohon doanya saja buat bapak," kata Shobinah saat keluar dari Gedung KPK.

Baca juga: KPK Panggil 10 Saksi Terkait Kasus Imam Nahrawi

Saat ditanya mengenai harapannya, Shobinah berharap suaminya dapat bebas. Ia juga mengaku telah menemui suaminya yang kini tengah ditahan.

"Tadi nengokin, ya (ngobrolin) masalah keluarga saja. Alhamdulillah (Pak Imam) sehat," ujar Shobibah.

Di samping itu, ia juga melempar harapan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru dilantik, Zainudin Amali.

"Ya semoga beliau lebih baik, lebih sukses dan atlet kita lebih berjaya lagi, itu saja," kata dia.

Adapun KPK memanggil Shobibah untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Imam Nahrawi dalam kasus dana hibah Kemenpora.

Selain Shobinah, KPK juga menjadwalkan satu orang saksi lainnya untuk diperiksa yakni seorang pihak swasta bernama Shirley F Gerung.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga," kata Wakil Ketua KPK Alexander Mareata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Mukernas V PPP, Mahfud Sebut Partai Tak Profesional Sebabkan Pemerintahan Tak Bersih

Di Mukernas V PPP, Mahfud Sebut Partai Tak Profesional Sebabkan Pemerintahan Tak Bersih

Nasional
Hapus UN, Kemendikbud Ingin Ciptakan Suasana Bahagia di Sekolah

Hapus UN, Kemendikbud Ingin Ciptakan Suasana Bahagia di Sekolah

Nasional
Mardiono Jadi Wantimpres Jokowi, PPP Sebut Tak Mewakili Partai

Mardiono Jadi Wantimpres Jokowi, PPP Sebut Tak Mewakili Partai

Nasional
Hapus UN, Kemendikbud Prediksi Ratusan Miliar Dapat Dihemat

Hapus UN, Kemendikbud Prediksi Ratusan Miliar Dapat Dihemat

Nasional
Melaju 50 Km Per Jam, Pajero Oleng Tabrak 2 Motor, Suami Istri di Tegal Tewas

Melaju 50 Km Per Jam, Pajero Oleng Tabrak 2 Motor, Suami Istri di Tegal Tewas

Nasional
Buka Mukernas V PPP, Ketua Panitia Sapa Sekjen Versi Muktamar Jakarta

Buka Mukernas V PPP, Ketua Panitia Sapa Sekjen Versi Muktamar Jakarta

Nasional
UN Dihapus, Politisi PDI-P: Kita Enggak Mau yang Kena Pak Jokowi Juga...

UN Dihapus, Politisi PDI-P: Kita Enggak Mau yang Kena Pak Jokowi Juga...

Nasional
Nadiem Beberkan Konsep Merdeka Belajar, Ini 3 Catatan dari PGRI

Nadiem Beberkan Konsep Merdeka Belajar, Ini 3 Catatan dari PGRI

Nasional
PPP Gelar Mukernas V, Bahas Jadwal Muktamar Partai hingga Pilkada 2020

PPP Gelar Mukernas V, Bahas Jadwal Muktamar Partai hingga Pilkada 2020

Nasional
PGRI Dukung Wacana Nadiem Menghapus UN, tapi....

PGRI Dukung Wacana Nadiem Menghapus UN, tapi....

Nasional
Kementerian BUMN Pastikan Krisis Garuda Indonesia Diselesaikan Secepatnya

Kementerian BUMN Pastikan Krisis Garuda Indonesia Diselesaikan Secepatnya

Nasional
UN Dihapus, Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri, Ganti Kebijakan

UN Dihapus, Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri, Ganti Kebijakan

Nasional
Anggota Komisi X DPR Tagih Kajian Kemendikbud soal Penghapusan UN

Anggota Komisi X DPR Tagih Kajian Kemendikbud soal Penghapusan UN

Nasional
Kemendagri: Selain Perbankan, Layanan e-KYC Berbasis Data Kependudukan Akan Diterapkan di 33 Rumah Sakit

Kemendagri: Selain Perbankan, Layanan e-KYC Berbasis Data Kependudukan Akan Diterapkan di 33 Rumah Sakit

Nasional
Ditunjuk Jadi Wantimpres, Wiranto Diharapkan Segera Mundur dari Hanura

Ditunjuk Jadi Wantimpres, Wiranto Diharapkan Segera Mundur dari Hanura

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X