Airlangga dan Bambang Soesatyo Bertemu, Pastikan Bersaing di Munas

Kompas.com - 16/09/2019, 15:43 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan penghargaan kepada Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo di acara Malam Penghargaan Partai Golkar, di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Minggu (15/9/2018) malam. DOK. Partai Golkar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan penghargaan kepada Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo di acara Malam Penghargaan Partai Golkar, di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Minggu (15/9/2018) malam.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua nama yang digadang-gadang bakal maju jadi ketua umum di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, yakni ketum petahana Airlangga Hartarto, dan Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo disebut telah bertemu empat mata.

Hal itu disampaikan Bambang melalui keterangan tertulis, Senin (16/9/2019). Pertemuan tersebut berlangsung pekan lalu.

Melalui pertemuan tersebut, kata Bambang, diriya dan Airlangga hendak menunjukkan bahwa keduanya tetap menjaga soliditas partai, meskipun akan bersaing di Munas pada Desember.

Baca juga: Ketua KPPG Harap Caleg Perempuan Golkar Pimpin Alat Kelengkapan Dewan

"Sebagai kader dan pengurus DPP Partai Golkar yang masih aktif, saya juga sudah minta izin untuk maju dalam kontestasi sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 kepada Pak Airlangga Hartarto yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum," kata dia melalui keterangan tertulis, Senin (16/9/2019).

"Beliau (Airlangga) mengizinkan. Jadi antara saya dan Pak Airlangga tidak ada masalah pribadi apapun. Kami sepakat bersaing secara sehat agar Partai Golkar menjadi kuat," lanjut Bambang.

Ia memastikan Golkar tidak akan terpecah, misalnya dualisme kepemimpinan maupun melahirkan partai politik baru pra dan pasca-penyelenggaraan Munas.

Bambang mengatakan, kontestasi pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024 justru harus dijadikan momentum bagi partai untuk menjadi lebih kuat.

Hal itu, kata Bambang, menjadi ciri khas Golkar. Ia mengatakan, di saat pemilihan ketua umum partai lain berlangsung secara aklamasi, iklim demokrasi di Golkar tetap terjaga lewat pemilihan ketua umum yang dipilih langsung.

Baca juga: Ormas Trikarya Tuntut Kader Pembangkang Golkar Diberi Sanksi

"Jadi kami bertanding untuk bersanding. Jadi siapapun yang menang harus merangkul yang kalah untuk berkolaborasi. Sudah cukup bagi Partai Golkar menjadi bidan untuk kelahiran partai politik baru," papar Bambang.

"Dan di Partai Golkar yang masih terdapat kontestasi untuk menduduki kursi ketua umum, sementara partai politik lainnya lebih mengandalkan aklamasi. Ini menunjukkan betapa demokratisasi di tubuh Partai Golkar masih sangat terjaga dengan baik," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X