Menteri Desa Periode Berikutnya Dinilai Jadi Incaran Partai Politik

Kompas.com - 11/07/2019, 19:00 WIB
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam diskusi tentang hak pilih dan ketersediaan logistik untuk pemilu aman dan damai di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam diskusi tentang hak pilih dan ketersediaan logistik untuk pemilu aman dan damai di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan, pos kementerian yang menjadi incaran partai politik saat ini adalah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Menurut Ray, ini disebabkan basis pemilih parpol dalam Pemilu 2019 paling banyak berada di desa.

"Karena basis massa semua itu khususnya di desa-desa. Karena 60 persen pemilih kita di desa, berhubungan langsung dengan desa," tutur Ray Rangkuti, usai diskusi di Kantor Formappi, Kamis (11/7/2019).

Ray mengatakan, tak heran jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan keinginannya untuk mengisi posisi menteri desa karena pemilih PKB sebagian besar berada di desa.


"PKB melirik betul menteri desa, karena pemilihnya rata-rata di desa, orang-orang NU di desa," ujarnya.

Baca juga: NU Beda dengan Parpol, Yenny Wahid Ingatkan Tak Tuntut Kursi Menteri

Selanjutnya, terkait dengan komposisi menteri, Ray memperkirakan 60 persen menteri berasal dari perwakilan partai politik dan 40 persen dari non partai politik

"Dugaan saya minimal komposisi ini 60 persen berbanding 40 persen, 60 persennya dikuasai oleh partai politik, 40 persennya dikuasai oleh non partai politik. Mungkin petanya begitu," ucap dia.

Dalam diskusi itu, Direktur Diksi Indonesia Sebastian Salang mengatakan, Joko Widodo sebagai presiden terpilih sebaiknya tidak menyusun kabinet berdasarkan permintaan parpol semata.

Jokowi dinilai juga harus menampung aspirasi masyarakat sebagai masukan penting untuk menentukan nama-nama yang dibutuhkan dalam kabinet kerja Jilid II.

Sebab, menurut Sebastian, Jokowi terpilih kembali sebagai presiden bukan semata-mata karena partai politik pendukung, tetapi sejatinya karena faktor kepercayaan rakyat kepada Jokowi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X