Pulau Kosong Dijadikan Gudang Sabu, 2 Anggota Sindikat Indonesia-Malaysia Ditangkap

Kompas.com - 18/06/2019, 17:38 WIB
Direktur Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto (tengah) saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto (tengah) saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat pengedaran narkotika jaringan Indonesia-Malaysia yang menggunakan pulau tak berpenghuni untuk menyimpan obat terlarang tersebut.

Awalnya, polisi menangkap tersangka bernama Nasril di Dumai, Riau, pada 10 Mei 2019. Saat dibekuk, Nasril membawa sekitar 8 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi.

"Ketika target terlihat membawa sebuah tas besar, tim yang dipimpin AKBP Alamsyah langsung melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka Nasril dan barang bukti sekitar 8 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi," kata Direktur Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: BNN Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Internasional yang Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas Tanjung Gusta

Menurut keterangan polisi, Nasril mengambil narkoba tersebut di sebuah "pelabuhan tikus" di daerah Dumai atas arahan ATI6. Lalu, orang yang meletakkan narkoba di pelabuhan tersebut adalah Mr. X. Kini, ATI6 maupun Mr. X masih dalam buruan polisi.

Kemudian, sekitar awal bulan Juni 2019, polisi menerima informasi dugaan adanya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia di Pulau Alang Bakau, Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Setelah mengantongi ciri-ciri pengendali gudang penyimpanan sabu di pulau tersebut, polisi menciduk Indra alias IN.

"Melakukan penangkapan di Pulau Alang, Desa Dendon, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan mengamankan seseorang yang mengaku bernama 'IN' sebagai pengendali gudang penyimpanan sabu tersebut," ungkap Eko.

Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Malaysia-Pontianak Lewat Jalur Laut

Dari keterangan tersangka, Eko mengatakan bahwa sabu yang ia bawa dari Dullah di Malaysia disimpan di pulau tersebut. Dullah masih dicari oleh pihak Kepolisian.

Setelah melakukan penggeledahan di pulau tersebut, polisi menemukan 54 kilogram sabu dalam bungkus plastik dengan kemasan teh berwarna kuning.

Para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya yaitu pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat lima tahun dan denda minimal Rp 1 miliar atau maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Nasional
Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X