VIDEO: Hoaks atau Fakta Sepekan, 25 Februari-1 Maret 2019

Kompas.com - 01/03/2019, 15:52 WIB
Video Hoaks Atau Fakta Pekan Ini KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoVideo Hoaks Atau Fakta Pekan Ini

KOMPAS.com - Dalam sepekan ini, 25 Februari-1 Maret 2019, sejumlah informasi yang perlu ditelusuri kebenarannya beredar di media sosial maupun melalui pesan berantai melalui aplikasi percakapan Whatsapp.

Sebagian di antaranya terkonfirmasi sebagai hoaks, sebagian lagi berupa misinformasi dan disinformasi yang perlu diklarifikasi kepada pihak terkait.

Dua informasi yang terbukti merupakan hoaks adalah adanya surat undangan Rakernas dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Semarang, dan rilis daftar 16 gim berbahaya yang disebut dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sementara itu, informasi yang diklarifikasi adalah viralnya video dugaan kampanye hitam di Karawang yang ternyata alamat yang tertera dalam keterangan video bukan merupakan alamat pengunggah video, Citra Wida.

Selanjutnya, klarifikasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait WNA pemilik KTP Elektronik yang dikaitkan dengan namanya yang terdapat di Daftar Pemilik Tetap (DPT) pemilu.

Simak informasi viral yang ditelusuri tim Kompas.com dalam video berikut ini:

Jika ingin mengetahui konfirmasi atas informasi lain yang beredar, Anda dapat mengunjungi laman Hoaks atau Fakta Kompas.com.

Selain mengakses informasi, di sana Anda juga bisa melaporkan temuan hoaks dengan sekaligus melampirkan buktinya di tautan Laporkan Hoaks.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X