Kompas.com - 22/01/2019, 15:07 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri melalui Polres Depok dan Korps Brimob Kelapa Dua akan mengantisipasi gangguan keamanan saat Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok bebas dari penjara.

Rencananya, BTP bebas dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Kamis (24/1/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, hingga saat ini Polri belum mendapatkan laporan bakal berkumpulnya simpatisan yang akan mengawal BTP saat keluar dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

"Sampai hari ini masih belum ada info terkait hal itu (massa simpatisan Ahok yang akan mengawal saat keluar). Yang jelas pengamanan ini dilakukan untuk antisipasi potensi ancaman yang mungkin bisa saja terjadi,” kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Polri, kata Dedi, akan menyiapkan langkah-langkah dan skenario antisipasi saat hari pembebasan BTP.

“Itu (pengamanan) sudah disiapkan skenario oleh Polres Depok. Dan tentunya oleh Brimob sebagai tempat saudara Ahok dilakukan penahanan,” kata Dedi.

“Kita juga mitigasi segala macam potensi potensi gangguan yang akan terjadi,” sambung Dedi.

Baca juga: Ahok Ingin Dipanggil BTP Selepas dari Penjara, Mengapa?

Adapun BTP akan bebas pada 24 Januari mendatang setelah mendapat total remisi tiga bulan 15 hari.

Saat bebas nanti, BTP akan dipindahkan dulu dari Rutan Mako Brimob, tempatnya ditahan, ke Lapas Kelas 1 Cipinang. Sebab, BTP secara administrasi merupakan tahanan Lapas Kelas1 Cipinang yang kemudian dititipkan ke Rutan Mako Brimob.

Kompas TV Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama menulis surat jelang hari kebebasannya pada 24 Januari nanti. Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan meminta tak lagi dipanggil Ahok. Ia ingin lahir kembali dengan panggilan BTP.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.