Perdebatan Harga Pasar Jokowi Vs Sandiaga Bikin Pertarungan Pilpres Lebih Rasional

Kompas.com - 27/11/2018, 08:01 WIB
Kiri: Sandiaga Uno saat berkunjung ke salah satu pasar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/9/2018). Kanan: Jokowi saat mengunjungi Pasar Bogor di Jalan Roda, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) malam. DOK. ISTIMEWAKiri: Sandiaga Uno saat berkunjung ke salah satu pasar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/9/2018). Kanan: Jokowi saat mengunjungi Pasar Bogor di Jalan Roda, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdebatan harga pasar antara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dinilai membuat pertarungan Pemilihan Presiden 2019 lebih rasional.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, perdebatan Jokowi vs Sandiaga menunjukkan bahwa peserta pemilu sudah meninggalkan politik identitas sebagai cara mereka memenangkan kontestasi.

"Jadi pertarungan Pilpres 2019 nanti pertarungan yang menurut saya lebih rasional daripada pertarungan yang kita lihat beberapa waktu lalu di Pilkada DKI," ujar Rico, dalam acara Aiman yang ditayangkan Kompas TV, Senin (26/11/2018) malam.

Rico mengatakan, tidak mengherankan jika pertarungan pada Pilpres kali ini lebih banyak dihabiskan di pasar.


Baca juga: Komentar Sandiaga atas Pernyataan Jokowi Orang Super Kaya Tiba-tiba Datang ke Pasar

Survei terbaru Median menunjukkan, ketika warga ditanya apa kegelisahan yang harus segera diselesaikan pemerintah, sebesar 48,9 persen menyebut masalah ekonomi.

Dengan demikian, Jokowi harus membuat ekonomi stabil jika ingin menang dalam Pilpres 2019.

"Variabel paling besar yang memengaruhi cara orang memilih itu adalah kinerja dan performa ekonomi. Nomor satu itu," kata dia.

Hal inilah yang mendasari penilaiannya bahwa dengan pertarungan lebih rasional.

Baca juga: Sandiaga: Saya ke Pasar Serap Aspirasi, kalau Belanja Namanya Pencitraan

Masyarakat menentukan pilihan berdasarkan persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. 

"2019 ini faktor rasional jauh lebih besar, itu faktor ekonomi. Politik identitas sudah tidak laku lagi," kata Rico.

Kemenangan dari pasar

Rico mengatakan, sejatinya petahana memiliki tingkat keterpilihan yang lebih tinggi daripada penantang. Namun, jika tidak mampu mengantisipasi isu ekonomi, petahana bisa saja kalah.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X