Menteri Desa: Ada 30.000 Inovasi Warga yang Siap Didanai Dana Desa

Kompas.com - 07/11/2018, 14:56 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menjadi pembicara kunci pada Dialog Nasional Efektifkah Dana Desa, di Jakarta, Sabtu (13/10/2018). DOK Humas Kemendes PDTTMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menjadi pembicara kunci pada Dialog Nasional Efektifkah Dana Desa, di Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo mengatakan sudah ada lebih dari 30.000 inovasi warga desa yang siap didanai oleh program dana desa.

"Sekarang, sudah ada 30.000 lebih inovasi dari masyarakat desa. Itu kami dokumentasikan ya, baik dalam bentuk tertulis atau video," ujar Eko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo bahwa dana desa jangan hanya dipakai untuk membangun infrastruktur fisik semata. Dana desa juga perlu digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat desa sekaligus inovasi-inovasinya.

Eko melanjutkan, salah satu inovasi warga desa itu adalah Bank Sampah di Desa Bojong Kidul, Garut, Jawa Barat. Dana desa digunakan untuk pembiayaan proses sampah hingga menjadi pupuk kompos.

Baca juga: APBD Defisit, Aceh Utara Belum Cairkan Sisa Dana Desa 2017 Sebesar Rp 17,9 Miliar

"Masyarakat diminta mengumpulkan sampah dan dibayar tergantung besaran sampah yang dikumpulkan. Ada Rp 10.000, Rp 50.000 atau Rp 100.000. Sampah itu dikelola menjadi kompos. Komposnya diwajibkan kepada masyarakat desa tidak boleh kimia, tapi organik," ujar Eko.

"Keuntungannya, pertama, desanya menjadi bersih. Kedua, memberikan pekerjaan buat masyarakat. Ketiga, pendapatan masyarakat dapat naik karena tanamannya menjadi organik. Itu sudah berhasil dan banyak ditiru di beberapa desa," lanjut dia.

Contoh lain di Desa Kutuh, Bali. Selama ini, masyarakat di desa itu memproduksi rumpul laut. Namun dinilai kurang maksimal karena keterbatasan akses. Dana desa itu pun digunakan untuk membangun akses yang lebih mudah agar produksi dan kualitas rumput laut kian optimal.

Baca juga: Dana Desa, Angkat Potensi Taman Wisata Alam Bukit Kaba di Bengkulu

"Dulu tebingnya 100 meter lebih. Sekarang tebingnya dipotong pakai dana desa dan jadi desa wisata. Sekarang desa itu pendapatannya sudah Rp 34 miliar per tahun. Keuntungan bersihnya Rp 4 miliar. Dikembangkan lagi sekarang membuat sarana simpan pinjam. Itu asetnya satu desa sudah Rp 127 miliar," ujar Eko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan, dana desa sudah saatnya tak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja, tetapi juga untuk pengembangan ekonomi dan inovasi warga desa.

Hal itu diungkapkan ketika bertemu para pendamping desa di Banten, beberapa waktu yang lalu.

"Kita ingin dana desa tidak hanya untuk infrastruktur saja. Tapi digeser sedikit ke mengenai pemberdayaan ekonomi dan inovasi di desa. Misalnya untuk pemberdayaan PAUD, pakai dana desa agar anak-anak memiliki gizi baik, agar cerdas. Ada juga desa wisata, misalnya Umbul Ponggok. Itu per tahun pendapatannya Rp 14 miliar lho," ujar Jokowi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Sebut Sudah Ada 96 Orang dan 2 Perusahaan yang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla

Polri Sebut Sudah Ada 96 Orang dan 2 Perusahaan yang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla

Nasional
Cerita KPU Prabumulih Saat Anggaran Baru Cair Sehari Sebelum Pencoblosan Pilkada 2018

Cerita KPU Prabumulih Saat Anggaran Baru Cair Sehari Sebelum Pencoblosan Pilkada 2018

Nasional
Bio Farma Dipastikan Produksi 250 Juta Vaksin Covid-19 Per Tahun

Bio Farma Dipastikan Produksi 250 Juta Vaksin Covid-19 Per Tahun

Nasional
Survei Akurat Poll: 67,2 Persen Responden Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Survei Akurat Poll: 67,2 Persen Responden Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Nasional
Dewan Pengawas KPK Tangani 14 Laporan Terkait Pelanggaran Etik

Dewan Pengawas KPK Tangani 14 Laporan Terkait Pelanggaran Etik

Nasional
Rp 36,4 Triliun Dana Desa Akan Dipakai untuk PKTD, Mendes: Bakal Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Rp 36,4 Triliun Dana Desa Akan Dipakai untuk PKTD, Mendes: Bakal Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Nasional
Kasus Covid-19 Naik, Satgas Wanti-wanti Masyarakat Jawa Tengah

Kasus Covid-19 Naik, Satgas Wanti-wanti Masyarakat Jawa Tengah

Nasional
Melalui Telepon, Puan Bahas Kerja Sama Vaksin dengan Ketua Parlemen Turki

Melalui Telepon, Puan Bahas Kerja Sama Vaksin dengan Ketua Parlemen Turki

Nasional
Dalam Tiga Hari, Jatim Catat Kasus Positif dan Kematian akibat Covid-19 Tertinggi

Dalam Tiga Hari, Jatim Catat Kasus Positif dan Kematian akibat Covid-19 Tertinggi

Nasional
Dewan Pengawas KPK Telah Keluarkan 46 Izin Penyadapan

Dewan Pengawas KPK Telah Keluarkan 46 Izin Penyadapan

Nasional
PDI-P Dukung Pilkada di Tengah Pandemi, Ini Alasannya...

PDI-P Dukung Pilkada di Tengah Pandemi, Ini Alasannya...

Nasional
Menko PMK: 54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Pernah Mengalami Stunting

Menko PMK: 54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Pernah Mengalami Stunting

Nasional
Ombudsman Minta Presiden Atur Sistem Penghasilan Tunggal bagi Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Ombudsman Minta Presiden Atur Sistem Penghasilan Tunggal bagi Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Nasional
Hasto: Bakal Calon Kepala Daerah PDI-P Akan Daftar Pilkada pada Hari Pertama

Hasto: Bakal Calon Kepala Daerah PDI-P Akan Daftar Pilkada pada Hari Pertama

Nasional
Dewas KPK Akan Ungkap Hasil Pemeriksaan Kasus Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Dewas KPK Akan Ungkap Hasil Pemeriksaan Kasus Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X