PKS Sebut Prabowo Masih Mengatur Ritme Kampanye

Kompas.com - 12/10/2018, 22:43 WIB
Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, (27/9/2018).Reza Jurnaliston Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, (27/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin meyakini calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sangat serius dalam menghadapi pilpres 2019.

"Pak Prabowo sangat serius menghadapi Pilpres tahun 2019 mendatang," kata Suhud saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).

Hal ini disampaikan Suhud menanggapi kritik dari Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Andi menilai Prabowo tak serius menghadapi pilpres karena jarang turun ke daerah dan menyapa masyarakat. Kritik itu disampaikan Andi lewat akun Twitter-nya, Jumat siang tadi.

Suhud pun tak membantah bahwa Prabowo saat ini belum banyak turun langsung kepada rakyat.

"Sebagaimana pernah disampaikan Pak Prabowo sendiri, karena saat ini kondisi bangsa sedang berduka karena banyak bencana, beliau sengaja membatasi dalam kegiatan kampanye dan juga statement politik," kata Suhud.

Lagi pula, lanjut Suhud, masa kampanye masih cukup lama. Oleh karena itu, Prabowo tidak perlu terburu-buru.

"Perlu mengatur ritme kampanye. Kami sudah siap dengan agenda kampanye Pak Prabowo hingga 17 April 2019 mendatang," tegas Suhud.

Suhud pun enggan terlalu menanggapi saat ditanya apakah kritik Andi Arief tersebut elok, mengingat ia merupakan Wasekjen Partai Demokrat, salah satu parpol pendukung Prabowo-Sandiaga.

Ia meminta hal itu ditanyakan langsung ke Andi Arief.

Suhud tetap meyakini bahwa Demokrat solid mendukung dan memenangkan Prabowo-Sandiaga.

"Yang terpenting Partai Demokrat sebagai institusi tetap solid dalam koalisi," kata dia.


Terkini Lainnya

Berbagai Alasan Sirkus Hewan Masih Ditemukan, Salah Satunya Regulasi Lemah

Berbagai Alasan Sirkus Hewan Masih Ditemukan, Salah Satunya Regulasi Lemah

Nasional
KPU Dorong Pemilih yang Pindah TPS Ajukan Uji Materi ke MK

KPU Dorong Pemilih yang Pindah TPS Ajukan Uji Materi ke MK

Nasional
LSI Sebut Elektabilitas di Bawah 1 Persen, PSI Masih Optimistis Lolos ke Parlemen

LSI Sebut Elektabilitas di Bawah 1 Persen, PSI Masih Optimistis Lolos ke Parlemen

Nasional
 2 Guru SD yang Tertangkap Nyabu di Rumah Dinas Tak Pernah Bermasalah di Sekolah

2 Guru SD yang Tertangkap Nyabu di Rumah Dinas Tak Pernah Bermasalah di Sekolah

Regional
Pura-pura Ambeien Saat Akan Diperiksa, Kurir Buang Sabu ke Tong Sampah Toilet Bandara

Pura-pura Ambeien Saat Akan Diperiksa, Kurir Buang Sabu ke Tong Sampah Toilet Bandara

Regional
Selasa Pekan Depan, KPU Tentukan Moderator Debat Ketiga Pilpres

Selasa Pekan Depan, KPU Tentukan Moderator Debat Ketiga Pilpres

Nasional
Ketika Ganjar Ajak Pengemis Makan Siang dan Selawat Bersama

Ketika Ganjar Ajak Pengemis Makan Siang dan Selawat Bersama

Nasional
Ratusan Anak di Bawah Umur Terlibat Kecelakaan Setiap Tahun

Ratusan Anak di Bawah Umur Terlibat Kecelakaan Setiap Tahun

Regional
Pencuri Gagal Bawa Kabur Mobil Ferrari karena Tak Tahu Cara Mengemudikannya

Pencuri Gagal Bawa Kabur Mobil Ferrari karena Tak Tahu Cara Mengemudikannya

Internasional
BPN Prabowo Sebut Elektabilitas Jokowi di Jateng Turun, Ini Kata Wakil Ketua TKN

BPN Prabowo Sebut Elektabilitas Jokowi di Jateng Turun, Ini Kata Wakil Ketua TKN

Nasional
Moeldoko Klaim Pemerintah Sudah Tekan Kebakaran Hutan dan Lahan

Moeldoko Klaim Pemerintah Sudah Tekan Kebakaran Hutan dan Lahan

Nasional
'Kami Pun Muak dengan Komentar yang Dibuat oleh Shamima'

"Kami Pun Muak dengan Komentar yang Dibuat oleh Shamima"

Internasional
Gunung Agung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 700 Meter

Gunung Agung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 700 Meter

Regional
Polisi Tangkap Kurir yang Hendak Selundupkan Sabu di Selangkangan Via Bandara di Palembang

Polisi Tangkap Kurir yang Hendak Selundupkan Sabu di Selangkangan Via Bandara di Palembang

Regional
Eddy Sindoro Bantah Bukti Rekaman yang Diputar di Persidangan

Eddy Sindoro Bantah Bukti Rekaman yang Diputar di Persidangan

Nasional

Close Ads X