Kenapa Kandidat Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Kalangan Pengusaha?

Kompas.com - 05/09/2018, 14:23 WIB
Presiden Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat  pembukaan Asian Games 2018  di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). INASGOC/WahyudinPresiden Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy memastikan, sosok ketua tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin berasal dari kalangan pengusaha.

Chairul Tanjung dan Erick Thohir adalah dua sosok yang sedang dipertimbangkan.

Lantas, mengapa Jokowi-Ma'ruf memilih ketua tim sukses berasal dari kalangan pengusaha?

"Pertama, kami tidak ingin (tim kampanye nasional) melibatkan (ASN) aparatur sipil negara. Karena, itu memang tidak diperbolehkan," ujar Romahurmuziy saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Baca juga: Romy: Erick Thohir atau Chairul Tanjung, Kandidat Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf

Bahkan, mereka yang menjabat sebagai staf khusus, baik presiden atau menteri telah diminta melepaskan jabatan strukturalnya di tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf meskipun mereka bukan berstatus sebagai ASN.

Alasan kedua, untuk menghindari konflik kepentingan di antara partai-partai politik pendukung dan pengusung.

"Kedua, kami menghindari konflik kepentingan di antara partai politik yang ada sehingga kemudian figur yang dapat diterima oleh seluruh pimpinan partai politik dan independen, itu yang lebih mungkin akan ditunjuk, yaitu dari kalangan pengusaha," ujar Romahurmuziy.

Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Dukung Pak Jokowi, Sudah Clear...

Pria yang akrab disapa Romi itu membantah bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan penambahan logistik ketika Pemilu 2019.

Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf sudah memiliki peluru dalam hal mengoptimalkan perolehan suara, yakni melalui kampanye yang dilaksanakan oleh calon anggota legislatif sembilan partai politik pengusung dan pendukung.

"Kalau logistik pada dasarnya 21.000 caleg dikali sembilan parpol pengusungnya Pak Jokowi, itu semuanya akan bekerja seiring dengan mereka memenangkan Pileg. Selama ini juga Pak Jokowi selalu menyempatkan hadir di setiap pembekalan caleg parpol. Itu menunjukkan bahwa pasukan frontliner pemenangan Jokowi adalah 21.000 caleg dikali sembilan parpol ini," lanjut Romi.

Jokowi disebut akan mengumumkan sendiri siapa yang ditunjuk menjadi ketua timses di Pemilu 2019 mendatang dalam satu dua hari ke depan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X