Teten Masduki Minta Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Tangkal Serangan Isu Ekonomi

Kompas.com - 04/09/2018, 06:57 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ketika ditemui usai acara Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (HNKTN) 2017, di Aula Pemerintah Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ketika ditemui usai acara Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (HNKTN) 2017, di Aula Pemerintah Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki meminta Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin menangkal serangan isu ekonomi yang dilontarkan kubu pesaing.

Hal itu disampaikan Teten usai menyampaikan materi di Media Center Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Senin (3/9/2018).

"Ada beberapa hal yang penting segera direspons pemerintah yaitu berkaitan misalnya dengan keadaan ekonomi yang itu juga harus dijelaskan bahwa problemnya kan bukan hanya faktor dalam negeri, ada faktor keadaan ekonomi global," ujar Teten.

"Saya kira itu saja tadi saya sharing mengenai hal-hal yang mungkin perlu disampaikan pada masa kampanye nanti," lanjut dia.

Baca juga: Tim Kampanye Jokowi-Maruf Minta Polisi Adil Sikapi Gerakan Tagar Politik

Ia menilai ada sejumlah hoaks yang menunjukan kegagalan pemerintah di sektor ekonomi. Padahal menurut Teten, di sektor ekonomi, pemerintah justru berhasil.

Ia juga berpesan kepada tim kampanye agar mampu menjelaskan efek pembangunan infrastruktur yang mungkin belum bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. Itu, kata dia, perlu dijelaskan lantaran kerap ada pendapat yang menilai infrastruktur tak berpihak kepada rakyat.

"Ada hal-hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut mengenai pembangunan infrastruktur, karena pembangunan infrastruktur itu dampaknya itu kan jangka menengah panjang dan tidak bisa dinikmati langsung oleh orang-perorang kecuali misalnya listrik, infrastruktur listrik," lanjut Teten.

"Jadi isu-isu yang keliru itu itu harus disampaikan, jadi saya kira sebagai incumbent kan memang yang harus dijelaskan adalah pencapaian pemerintah, fokus di situ," kata Teten.

Ia menambahkan hal itu penting untuk dipahami oleh tim kampanye yang akan menyampaikan capaian kinerja pemerintah ke masyarakat.

Sebab, menurut Teten, banyak informasi terkait keberhasilan pemerintah yang tidak diterima dengan utuh dan lantas mengganggu elektabilitas Presiden Joko Widodo.

"Jadi perlu segera diatasi Pemerintah. Karena kalau tidak akan menganggu elektabilitas," ucap Teten.

Baca juga: Seluruh Caleg Nasdem Diminta Jadi Juru Bicara Jokowi-Maruf Amin

Ia menambahkan, banyak program pemerintah yang berhasil dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di antaranya ialah program jaminan sosial, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan dana desa.

Teten menyambangi media center tim kampanye Jokow-Ma'ruf, Senin malam. Dia hadir untuk menyampaikan sejumlah materi terkait keberhasilan yang telah dicapai pemerintah. Materi tersebut disampaikan kepada anggota tim kampanye yang hadir.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Anggarkan Rp 72 Miliar untuk Bayar Influencer demi Tingkatkan Pariwisata

Pemerintah Anggarkan Rp 72 Miliar untuk Bayar Influencer demi Tingkatkan Pariwisata

Nasional
'Outbreak' Virus Corona di Korea Selatan, Ini Langkah yang Dilakukan KBRI Seoul

"Outbreak" Virus Corona di Korea Selatan, Ini Langkah yang Dilakukan KBRI Seoul

Nasional
Mahfud Akan Panggil Jaksa Agung soal Kasus Pelanggaran HAM Berat di Paniai

Mahfud Akan Panggil Jaksa Agung soal Kasus Pelanggaran HAM Berat di Paniai

Nasional
Mahfud: Indonesia Nol Kasus Corona sampai Sekarang, Harus Bersyukur

Mahfud: Indonesia Nol Kasus Corona sampai Sekarang, Harus Bersyukur

Nasional
Wakil Ketua DPR Sebut Belum Ada Kesepakatan Bahas Draf RUU Cipta Kerja

Wakil Ketua DPR Sebut Belum Ada Kesepakatan Bahas Draf RUU Cipta Kerja

Nasional
Jumat Ini, 188 WNI Kru Kapal World Dream Diprediksi Tiba di Sebaru Kecil

Jumat Ini, 188 WNI Kru Kapal World Dream Diprediksi Tiba di Sebaru Kecil

Nasional
Pemerintah Bahas Inpres Pembangunan Papua yang Lebih Komprehensif

Pemerintah Bahas Inpres Pembangunan Papua yang Lebih Komprehensif

Nasional
Terkait Evakuasi, Istana Minta WNI di Kapal Diamond Princess Bersabar

Terkait Evakuasi, Istana Minta WNI di Kapal Diamond Princess Bersabar

Nasional
Soal 9 WNI dari Diamond Princess Positif Corona, Menkes: Yang Merawat Sekelas Jepang Lho...

Soal 9 WNI dari Diamond Princess Positif Corona, Menkes: Yang Merawat Sekelas Jepang Lho...

Nasional
Soal Posisi Amien Rais di PAN, Yandri: Tak Tergantikan

Soal Posisi Amien Rais di PAN, Yandri: Tak Tergantikan

Nasional
Ini 12 Poin yang Diatur dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Ini 12 Poin yang Diatur dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Jakarta Banjir, Megawati Perintahkan Kadernya Buka Dapur Umum

Jakarta Banjir, Megawati Perintahkan Kadernya Buka Dapur Umum

Nasional
Moeldoko Ingatkan Lembaga Survei Tak Ganggu Kerja Menteri

Moeldoko Ingatkan Lembaga Survei Tak Ganggu Kerja Menteri

Nasional
'Outbreak' Virus Corona di Korsel, KBRI Imbau WNI Tetap Tenang

"Outbreak" Virus Corona di Korsel, KBRI Imbau WNI Tetap Tenang

Nasional
Berkas Kasus Penyerangan Novel Baswedan Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Penyerangan Novel Baswedan Dinyatakan Lengkap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X