Jelang Lebaran, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Daging Ayam, dan Daging Sapi

Kompas.com - 05/06/2018, 12:38 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Sosial Idrus Marham, seusai berbicara dialog nasional di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/5/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Sosial Idrus Marham, seusai berbicara dialog nasional di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan pemerintah mewaspadai gejolak harga sejumlah komoditas pangan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.

Pemerintah memastikan sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi kenaikan harga.

Enggartiasto menuturkan, beberapa komoditas yang dimaksud adalah beras, daging ayam, dan telur ayam.

"Mohon bisa dipastikan (stabilitas harga) beras," kata Enggartiasto dalam rapat koordinasi lintas sektor di Mabes Polri, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Ini Langkah Kemendag Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Lebaran

Enggartiasto menyatakan, seluruh pedagang beras di pasar tradisional diwajibkan untuk menjual beras kualitas medium dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 8.900 per kilogram.

Pemerintah dan Bulog, imbuh dia, tidak memasok beras untuk daerah yang telah memiliki pasokan beras kualitas medium dengan harga yang sudah ditentukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Daerah) yang belum siap dengan beras harga Rp 8.900 itu kami sudah koordinasi dengan Bulog untuk menggunakan cadangan beras pemerintah, disalurkan dengan marjin yang dianggap layak," ungkap Enggartiasto.

Oleh karena itu, Enggartiasto menyatakan pemerintah mengimbau agar seluruh pedagang menjual beras dengan kriteria dimaksud. Dengan demikian, pasokan terjaga dan harga tidak melambung.

"Harus dikontrol, dipastikan beras tersedia agar masyarakat lebih mudah mengakses," sebut Enggartiasto.

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Sebabkan Inflasi Terkendali Jelang Lebaran

Selain itu, tutur dia, yang harus diperhatikan pula adalah kecenderungan kenaikan harga daging ayam dan daging sapi. Menjelang Lebaran, harga daging ayam hingga saat ini masih fluktuatif.

Terkait hal ini, Enggartiasto mengatakan telah meminta kepada distributor untuk memasok daging ayam dan daging sapi beku ke pasar tradisional.

"Kami sediakan alternatif masyarakat bisa memeroleh daging beku yang di-supply Bulog maupun importir, supplier. (Daging sapi beku berasal) dari Australia dengan harga jual ditetapkan Rp 80.000 per kilogram. Ada pilihan daging segar dan daging beku," tutur Enggartiasto.

Kompas TV Penjualan parsel di Pasar Cikini belum sebaik tahun lalu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

Nasional
Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

Nasional
Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.